Headlines News :
Home » , , » Ide Muhammad Menambahkan Ritual Pagan Safa-Marwa Ke Dalam Ritual Ibadah Islam

Ide Muhammad Menambahkan Ritual Pagan Safa-Marwa Ke Dalam Ritual Ibadah Islam

Written By Islam Dalam Fakta on Selasa, 01 Januari 2013 | 01.53

Semula, ritual pagan Safa-Marwa bukan termasuk ritual ibadah dalam Islam. Setelah orang-orang Anshar menanyakan tentang boleh atau tidaknya mereka melakukan ritual tersebut, Muhammad dengan cerdiknya (untuk menyenangkan hati orang-orang Anshar) mengesahkan ritual pagan kaum Anshar tersebut sebagai bagian ritual ibadah Islam.

Kitab Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 59-60

    QS 2:158. Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

    Sebab turunnya ayat

    Imam Bukhari, Imam Muslim, dan yang lainnya meriwayatkan dari Urwah, dia berkata, "Saya katakan kepada Aisyah istri Nabi saw., 'Perhatikanlah firman Allah,
    'Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syi'ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya...."(al-Baqarah: 158)

    Saya kira tidak ada dosa bagi orang yang tidak melakukan sai di antara keduanya.'

    Maka Aisyah berkata, 'Buruk sekali yang kau katakan itu wahai anak saudariku. Seandainya arti ayat itu seperti yang engkau pahami, maka artinya, 'Maka tidak ada dosa baginya untuk tidak melakukan sai di antara keduanya.'Akan tetapi ayat itu turun karena orang-orang Anshar sebelum masuk Islam, melakukan sai di antara keduanya sambil menyebut-nyebut nama patung Manat sebagai sebuah prosesi ritual. Setelah masuk Islam, mereka merasa keberatan untuk melakukan sai antara Shafa dan Marwa.
    Maka mereka bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami merasa tidak suka untuk melakukan sai antara Shafa dan Marwah pada masa jahiliah ' Maka Allah menurunkan firman-Nya,'Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syi'ar (agama) Allah...."

    Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Ashim bin Sulaiman, dia berkata, "Saya bertanya kepada Anas tentang bukit Shafa dan Marwa. Maka dia menjawab, 'Dulu keduanya adalah bagian dari ritual jahiliah. Ketika Islam datang, kami pun tidak melakukannya lagi. Lalu Allah menurunkan firman-Nya,
    'Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syi'ar (agama) Allah....""

    Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Pada masa jahiliah, setan-setan bernyanyi di seluruh malam di antara Shafa dan Marwa. Dan dulu di antara keduanya terdapat sejumlah berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik. Ketika Islam datang, orang-orang muslim berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, kami tidak akan melakukan sai antara Shafa dan Marwa karena kami melakukan hal itu pada masa jahiliah.Maka Allah menurunkan ayat 158 surah al-Baqarah."
Sumber : Mengenal Islam
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger