Headlines News :
Home » » Mengapa Muhamad Mempunyai Banyak Istri?

Mengapa Muhamad Mempunyai Banyak Istri?

Written By Islam Dalam Fakta on Minggu, 20 Januari 2013 | 13.05

Para Istri Muhamad


 Dibawah ini adalah nama istri-istri dari Muhamad yang ditulis oleh cendikiawan Islam Ali Dashti. Ia mungkin menulis banyak berdasar pada daftar yang paling terdahulu dari Sejarah al-Tabari vol .9 hal.126-241. Hal itu disebutkan bahwa cendikiawan dan Hadist tidak sepenuhnya setuju dengan para istrinya Muhamad. Contohnya beberapa Hadist (bukan Bukhari atau Sahih Muslim) menyebutkan ada sepasang istri yang ia ceraikan, namun hal ini tidak ditunjukkan disini. Oleh karena itu, daftar dari Ali Dashti ini, yang mungkin tidak sepenuhnya menyetujui tentang kelengkapan, menunjukkan banyaknya istri dari Muhamad. Berikut ini adalah bukti dari Hadist, Ali Dashti yang independent, pada hubungan ini.


1. Khadija/Khadijah binti Khuwailid/Khywaylid – meninggal pertama
2. Saudah/Sauda binti Zam’a
3. 'Aisha/Aesha/’A’ishah –usia 8 sampai 9 tahun, sebagai istri kedua.
4. Omm/’Umm Salama/Salamah
5. Hafsa/Hafsah
6. Zaynab/Zainab dari Jahsh
7. Jowayriya/Juwairiyya binti Harith
8. Omm Habiba
9. Safiya/Safiyya binti Huyai/Huyayy bint Akhtab
10. Maymuna/Maimuna dari Hareth
11. Fatima/Fatema/Fatimah
12. Hend/Hind
13. Asma dari Saba
14. Zaynab dari Khozayma
15. Habla?
16. Asma dari Noman / binti al-Nu’man
¾selir/gundik¾
17. Maria orang Kristen 
18. Rayhana/Raihana/Rayhanah binti Zayd/Zaid
¾Dalam Hubungan yang tidak jelas -
19. Omm Sharik
20. Maymuna/Maimuna (budak perempuan?)
21. Zaynab/Zainab ketiga?
22. Khawla / Khawlah
¾Ali Dashti melewatkan sedikitnya sembilan istri lagi.

Muhamad menikahi 15 wanita dan melakukan hubungan pernikahan dengan 13 wanita. (al-Tabari vol.9 hal.126-127)

Bukhari vol.1 Buku 5 bag.25 no.282 hal.172-173 mengatakan bahwa [dalam satu ketika] Muhamad bisa mempunyai sembilan istri.

Berikut ini adalah penggambaran singkat tentang Hadist dan sejarah Islam awal yang mengatakan istri-istri dari Muhamad.

1. Khadija/Khadijah


(dilapalkan ka-DI-ja) binti Khuwailid/Khuwaylid Sahih Muslim vol.4 buku 29 no.5971-5972 hal.1297 meninggal tiga tahun sebelum Aisha menikah dnegan Muhamad. Dia disebutkan dalam Bukhari vol.5 buku 58 no.164,165 hal.103.

Nama Lengkap dari istri pertama Muhamad adalah Kadijah, anak perempuan dari Khuwaylid bin Asad bin. ‘Abd al-‘Uzza bin Qusayy. al-Tabarivol.39 hal.3

Muhammed  baru berumur 20 tahun ketika ia menikah dengan Khadijah, seorang janda. al-Tabari vol.9 hal.127.

‘Aisha mengatakan bahwa Khadija membawa Muhamad untuk menjadi orang Kristen yang biasa membaca Injil dalam bahasa Arab. Bukharivol.4 buku 55 bag.17 no.605 hal.395

A’isha cemburu pada Khadijah. “Pada hal itu, Nabi teringat cara ketika Khadijah saat memohon izin, dan membuatnya sedih. Ia katakan, ‘O Allah Hala!’ Maka aku [Aisha] cemburu dan berkata, “apa yang membuat kamu teringat pada seorang wanita tua diantara wanita Quraish yang mana seorang wanita tua (dengan giginya yang ompong) dengan getah merah yang telah meninggal bertahun-tahun lalu, dan ditempat yang manakah Allah memberikanmu seseorang yang lebih baik darinya?”   Bukhari vol.5 buku 58 no.168 hal.105


2. Sauda/Sawda binti Zam'a/Zam’ah


Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3451 hal.747; Bukhari vol.3 buku 34 bag.4 no.269 hal.154; vol.3 no.853 hal.29; Sahih Muslim vol.2 buku 7 no.2958 hal.651; Sahih Muslim vol.2 pada catatan kaki 1918 hal.748 mengatakan bahwa mungkin Aisha telah dinikahi Muhamad sebelum Sauda, tapi Aisha tidak dapat memasuki rumah Muhamad sampai Sauda juga dinikahi oleh Muhamad.

Terdapat ketidaksetujuan tentang apakah Muhamad melakukan hubungan pernikahan dengan Saudah atau Aisha nantinya, namun al-Tabarivol.9 hal.128-129 mengatakan itu adalah Saudah.

Mantan suami Saudah, al-Sakran bin. ‘Amr bin. ‘Abd Shams menjadi seorang Krsiten di Abyssinia dan meninggal disana. al-Tabari vol.9 hal.128

Secara fisik Aisha menyebut Saudah “nyonya berlemak banyak”. Bukhari vol.6 buku 60 bag.241 no.318 hal.300

Ketika Saudah merasa dirinya sudah tua, ia takut jikalau Muhamad menceraikannya, maka ia memberi penggantinya yaitu Aisha. Abu Dawudvol.2 no.2130 hal.572

Sauda juga disebutkan dalam al-Tabari vol.39 hal.169.

3. Aisha


Aisha adalah anak perempuan dari Abubakar. Ibunya bernama Umi Ruman sesuai dengan al-Tabari vol.9 hal.129. Ia menikah dengan Muhamad ketika ia berumur enam tahun, namun ia dibawa ke rumah Muhamad ketika ia berusia sembilan tahun. Bukhari vol.7 buku 62 bag.60 no.88 hal.65; Sahih Muslim vol.2 buku 8 no.3309,3310,3311 hal.715,716

Bantahan terhadap pernikahan ini menjadi pemting untuk alas an politik, yang mana Abu Bakar menjadi orang pertama yang pindah ke Islam.

Istri Muhamad ini disebutkan dalam beberapa buku, termasuk Sahih Muslim vol.1 buku 4 no.1694 hal.372; Abu Dawud vol.1 no.1176 hal.305; vol.1 no.1268 hal.335; vol.1 no.1330 hal.350; Abu Dawud vol.1 no.1336 hal.351; vol.1 no.1419 hal.373; vol.2 no.2382 hal.654.

Aisha sedang bermain dengan bonekanya ketika Muhamad datang. Sahih Muslim vol.4 buku 29 no.5981 hal.1299

Aisha masih berumur enam tahun (atau tujuh tahun) ketika ia menikah, lalu diumur sembilan tahun ia sudah melakukan hubungan pernikahan. al-Tabari vol.9 hal.130,131

Aisha baru berusia enam tahun ketika menikah, dan ketika usianya sembilan tahun barulah ia dibawa ke rumah Muhamad. Ibn-i-Majah vol.3 no.1876 hal.133

Aisha menikah diusia tujuh tahun, dan ia tinggal dengan Muhamad ketika berumur sembilan tahun, lalu ia meninggal diusia delapan belas tahun. (belum sah) Ibn-i-Majah vol.3 no.1877 hal.134

Penjelasan yang rasional mengenai mengapa Muhamad menikahi seorang gadis kecil dijelaskan dalam Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1859 hal.715. Yang mana dikatakan bahwa “Itu adalah situasi pengecualian dimana Hadrat Aisha menikah dengan Nabi… Poin kedua yang dijelaskan bahwa Islam tidak mempunyai batasan usia untuk pubertas dalam keragaman suatu negara ataupun ras yang lebih disebabkan iklim, keturunan, fisik, dan kondisi sosial.” Mereka juga menyebutkan dukungan dari laporan sebuah majalah yang tidak mempunyai reputasi, Kinsey, yang dalam laporannya bertuliskan Sexual Behaviour in the Human Female.

Muhammed sendiri sesekali pernah dengan sengaja memukul Aisha “di dada yang mana membuat saya sakit”, menurut Sahih Muslim vol.2 buku 4 bag.352 no.2127 hal.462.

Terdapat suatu ketidak setujuan juga. Suatu kejadian, dimulai dengan ketika Aisha sakit, lalu Muhamad pergi dari istri-istrinya selama satu bulan (29 hari) Ibn-i-Majah vol.3 no.2060 hal.241. Ibn-i-Majah vol.3 no.2063 hal.243. Ini adalah pernyataan Sura 50:1.

Budak dari Aisha


Aisha mempunyai sedikitnya satu orang pembantu yang bertugas memasak masakan untuknya selama masa pengutusan dari Banu’l Muntafiq.Abu Dawud vol.1 no.142 hal.34

Aisha mempunyai seorang budak laki-laki seorang Islam yang kemudian ia menamakannya Abu Yunus. Sunan Nasa’i vol.1 no.475 hal.340

Aisha mempunyai seorang budak perempuan. Abu Dawud vol.1 no.371 hal.96

Barirah adalah budak perempunan dari Aisha, yang mana kemudian ia dibebaskan. Abu Dawud vol.2 no.2223 dan catatan kaki1548 hal.601

Aisha juga adalah seorang yang cepat marah, ia memukul tangan seorang pembantunya dan bahkan memecahkan mangkukyang berisi makanan yang dikirim untuk Muhamad, karena yang mengirim adalah istrinya yang lain. Abu Dawud vol.2 no.3560-3561 hal.1011

Aisha mempunyai suara yang keras dan lantang. al-Tabari vol.17 hal.65

Aisha dengan senonoh membebaskan para budaknya dengan tujuan pembatalan janji. “ Ia [Ibn Az-Subair] mengirimkannya [‘Aisha] sepuluh budak yang ia bebaskan kemudian sebagai kompensasi atau penebusan janjianya. Aisha membebaskan akhirnya terus membebaskan para budaknya sampai skitar empat puluh budak ia bebeskan dengan tujuan yang sama. Ia katakan ‘saya harap saya dapat mengatakan apa yang saya lakukan seperti dalam masalah janji saya yang saya tidak penuhi ketika saya membuatnya, dengan tujuan saya dapat melakukannya dengan mudah’ “ (1) catatan kaki (1) mengatakan, “ Aisha tidak mengatakan apa yang ia lakukan karena ia tidak dapat menjaga janjinya, ini mengapa ia membebaskan banyak budak dengan tujuan agar ia merasa adanya ketentraman dan kepuasan atas permintaan maafnya.”Bukhari vol.4 buku 56 bag.2 no.708 hal.465.

Berapa banyak budak yang Aisha miliki? Atau berapa banyak uang yang ia miliki untuk membeli sekitar empat puluh budak tersebut? Hadist tidak mengatakan hal tersebut. Hanya ada dua hal yang saya temukan yaitu:
1) Para istri Muhamad dapat memerintah sekitar sepuluh budak. Ibn-i-Majah vol.3 no.1771 hal.67.
2) Seperlima dari rampasan hasil perang menjadi harta kekayaan orang Islam, dan Muhamad mempunyai jatah untuk ia dan juga istri-istrinya.Sahih Muslim vol.2 no.2347,2348; vol.2 catatan kaki 1463 hal.519; Bukhari vol.4 buku 51 bag.80 no.153 hal.99; vol.6 buku 60 bag.297 no.407 hal.379

Aisha dan Perang Unta


Aisha adalah orang pertama yang mendukung perihal pembunuhan terhadap Utman. Ia menyatakan bahwa Utman telah menjadi orang kafir dan tidak berkepercayaan lagi. Namun, setelah pembunuhan Utman dilakukan ia justru mengubah pemikirannya dan ingin menghukum orang-orang yang telah membunuh Utman. Orang Islam memanggilnya untuk melakukan hal tersebut. al-Tabari vol.17 hal.52-53

Setelah ini, Mu’awiyah menunjuk Muhamad bin Abu Bakar untuk dieksekusi dengan alasan pembunuhan Utman, dan lalu tubuhnya ditaruh diatas keledai yang kemudian dibakar pada tahun 38 A.H. Aisha sangat berduka atas saudaranya itu, ia pun memanjatkan doa khusus untuknya.  al-Tabari vol.17 hal.158

4. Umi Salama


Umi Salama binti Abi Umayyah (membicarakan hal yang intim dengan rasulAllah) Sahih Muslim vol.2 no.2455 p.540

Umi Salama mempunyai nama asli Hind binti Abi Umayyah bin al-Mughirah bin ‘Abdallah bin ‘Umar bin Makhzum. al-Tabari vol.9; hal.133; vol.39 hal.175.

Umi Salama (tidak dikatakan menjadi seorang istri ) Sahih Muslim vol.2 no.2992 hal.656; vol.2 no.3445 hal.746; istri Bukhari vol.4 buku 53 bag.4 no.333 hal.216; Bukhari vol.7 buku 62 bag.34 no.56 hal.40. Ibn-i-Majah vol.2 no.1634 hal.473; Abu Dawud vol.1 no.383 hal.99.Muhammad menikahi Umi Salama, seorang janda Abu Salama (meninggal tahun 4 A.H. di Abyssinia). Al-Tabari vol.39 hal.175. Umi Salama meninggal pada tahun 59 H. ketika ia berumur 84 tahun. Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1218 hal.435. Umi Salama sedang hamil ketika Muhamad menikahinya dan anak perempuannya itu diberi nama Zainab binti Abu Salama (Sahih Muslim vol.2 no. 3539-3544 hal.776-777. (Ini adalah gadis yang sama sebagai Zainab binti Umi Salama)

Istri Muhamad yang ini juga disebutkan dalam Abu Dawud vol.1 no.274 hal.68; vol.3 no.4742 hal.1332; vol.2 no.2382 hal.654; Sunan Nasa’ivol.1 no.240 hal.228; Ibn-i-Majah vol.3 no.1779 hal.72;  al-Tabari vol.17 hal.207; al-Tabari vol.39 hal.80

Umi Salama sudah mempunyai seorang anak laki-laki sebelum ia menikah dengan Muhamad. Namun anaknya itu telah pergi dengan Aisha, al-Zubayr, dan Talhah. Dalam  al-Tabari vol.17 hal.42

Teman Umi Salama adalah Naban (= Abu Yahya) dan Ma’in bin Ujay (=Abu Qudamah al-Tabari vol.39 hal.320

5. Hafsa/Hafsah


Anak perempuan dari Umar bin Khatab disebutkan dalam Sahih Muslim vol.2 no.2642 hal.576; vol.2 no.2833 hal.625; vol.2 no.3497 hal.761;Abu Dawud vol.2 no.2448 hal.675; vol.3 no.5027 hal.1402. Ia adalah anak perempuan Umar bin al-Khatab. Ia masih berusia 18 tahun ketika menjadi janda Kunais dan menikah dengan Muhamad pada tahun 625 A.D. Ia lahir pada tahun 607 A.D dan meninggal sekitar tahun 647/648, 661/662, atau tahun 665 A.D. Ia juga disebutkan sebagai istri Muhamad dalam Ibn-i-Majah vol.3 no.2086 hal.258

Setelah suami Hafsa meninggal karena tertembak di Uhud, ayah Hafsa berpikir untuk menikahi Hafsa dengan Utman, namun Utman menolaknya karena ia tahu Muhamad menginginkan Hafsa untuk menjadi istrinya. Mereka menikah tahun 3 A.H. Hafsa lebih tua empat tahun dibanding dengan Aisha.  Sunan Nasa’i vol.1 #32 hal.117. Oleh karena itu Muhamad tidak menikahinya hanya untuk memenuhi kebutuhan Hafsa. Muhamad lebih suka menikahi seseorang yang sebelumnya telah menjadi istri orang lain.

Konflik : ‘Umar mengatakan pada Hafsa untuk tidak menggangu Aisha yang sangat bangga akan kecantikannya dan Muhamad pun mencintainya. Bukhari vol.7 buku 62 bag.106 no.145 hal.108. Hafsa mengatakan pada Aisha “Saya tidak pernah mendapat perlakuan yang baik darimu!” Bukhari vol.9 buku 92 bag.5 no.406 hal.299-300

Umar mengatakan Muhamad menceraikan Hafsa (membatalkan perceraian) lalu membawanya kembali. Abu Dawud vol.2 no.2276 hal.619. Menurut Ibn Ishaq, Mohammad menceraikan Hafsa tapi membawanya kembali. al-Tabari vol.9 catatan kaki 884 hal.131.

“Yahya … dari Malik dari Muhamad ibn Abdul ar-Rahman…yang mana ia dengar bahwa Hafsa…membunuh salah satu budak perempuannya yang hendak membunuhnya menggunakan ilmu sihir. Ia adalah seorang mudabara. Hafsa menyuruh seseorang untuk membunuhnya, dan iapun dibunuh” Muwatta Malik 42.19.14

Hafsa, istri Muhamad, meninggal ketika ia berusia 60 tahun. al-Tabari vol.39 hal.174

6. Zainab binti Jahsh


Sahih Muslim vol.2 no.2347 hal.519; vol.2 no.3330 hal.723,724; vol.2 no.3332 hal.725; vol.2 no.3494 hal.760. Bukhari vol.3 buku 33 bag.6 no.249 hal.138; vol.3 no.829 hal.512; vol.4 no.6883 hal.1493; Nama asli Zaynab adalah “Barrah”, tapi Muhamad menggantinya menjadi Zaynab.Bukhari vol.8 buku 72 bag.108 no.212 hal.137; Abu Dawud vol.3 no.4935 hal.1377-1378. Abu Dawud vol.1 no.1498 mengatakan nama Juwairyiha biasanya Barrah.

Sura 33:36-38 dalam Qur’an mengatakan” ini tidak untuk orang percaya lainnya, laki-laki atau perempuan, ketika Tuhan dan utusanNya memutuskan sesuatu, untuk membuat pilihan dalam suatu hubungan. Siapapun yang tidakj patuh pada Allah dan utusanNya dibuat hilang dan menjadi kesalahan yang besar. Ketika anda mengatakan padanya yang mana Allah telah memberkatinya dan anda menyukainya ‘Jagailah istrimu untuk dirimu sendiri, dan takutlah pada Allah’ dan anda sedang bersembunyi dalam diri anda akan apa yang Allah harus tunjukkan, takut pada sesama, dan Allah mempunyai hak yang lebih baik untuk anda untuk takut padanya. Maka ketika Zaid menyelesaikan apa yang ia inginkan darinya, lalu kita akan memberinya untuk dinikahi, maka tidak akan ada kesalahan pada orang percaya, menyentuh istri dari anak laki-laki yang diadopsi, ketika mereka menyempurnakan apa yang akan mereka lakukan terhadapnya, dan perintah Allah harus ditunjukkan. Tidak ada pada nabi, menyentuh apa yang Allah telah tahbiskan untuknya.”   

Zainab binti Jahsh menikah dengan anak adopsi laki-laki Muhamad, sampai Muhamad berbicara mengenai Sura yang mengatakan bahwa ia harus bercerai dengan suaminya atau anak laki-lakinya itu dan menikah dengannya. Zainab “telah mengatakan lebih dulu sebelum para istri nabi, dan menyatakan bahwa Allah menikahi saya (melalui Nabinya) di Surga” Bukhari vol.9 buku 93 bag.22 no.517 hal.382. Juga vol.9 buku 92 bag.22 no.516,518 hal.381-383; al-Tabari vol.9 hal.133. Dilain hal, dalam Qur’an yang ada di Surga yang tak diciptkan itu, pernikahan Zainab telah disebutkan.

Zainab anak Jahsh mempunyai saudara laki-laki yang telah meninggal sebelum ia ada. Abu Dawud vol.2 no.2292 hal.624

Suatu peryataan dugaan bahwa Zaid menceraikan istrinya Zainab hanya karena Muhamad akan menikahinya.. al-Tabari vol.39 hal.180-182

Zainab binti Jahsh meninggal pada usia 53 tahun.  al-Tabari vol.39 hal.182

Zainab (tak diberinama) Sahih Muslim vol.2 no.2641,2642 hal.575,576.

Zainab binti Jahsh seharusnya tidak perlu bingung dengan Zainab yang merupakan istri Abu Sa’id al-Khudri. Ibn-i-Majah vol.3 no.2031 hal.223

Zainab [secara verbal] menyakiti A’ishah, maka Muhamad mengatakan pada Aisha untuk mencerca balik. “…RasulAllah (semoga damai menyertainya) datang padaku [Aisha] ketika Zainab anak Jahsh sedang bersama dengan kita. Ia mulai menggunakan tangannya untuk melakukan sesuatu, Aku mengerti memberinya suatu tanda padanya sampai saya membuatnya mengerti padanya. Maka ia berhenti. Zainab datang dan mengina Aisha. Ia mencegahnya tetapi ia tidak menghentikannya. Lalu ia (Nabi) datang dan berkata pada Aisha : caci maki dia. Lalu ia mencacimaki Zainab dan menguasainya. Zainab lalu pergi ke Ali dan berkata: Aisha telah menghina saya dan melakukan (ini dan itu) Fatimah pun datang (pada Nabi) dan berkata padanya: ia adalah anak kesayangan bapamu, Tuhan dari Ka’abah! Ia kemudian kembali lagi dan mengatakan pada mereka : saya mengatakan padanya beberapa hal, dan ia mengatakan padanya beberapa hal pula. Lalu Ali datang pada Nabi (semoga damai menyertainya) dan berbicara dengannya tentang itu” Abu Dawud vol.3 no.4880 hal.1364-1365

Dalam Alkitab Maleakhi vol.12 no.16 dikatakan bahwa Tuhan benci pada perceraian.

7. Juwairiya


Juwairiya binti Harith/al-Harith adalah seorang budak tahanan. Bukhari vol.3 buku 46 bag.13 no.717 hal.431-432. Sahih Muslim vol.2 no.2349 hal.520 mengatakan bahwa Muhamad menyerang bangsa Bani Mustaliq tanpa peringatan ketika mereka sedang melakukan pekerjaan dipeternakannya. Juwairiya adalah anak perempuan dari seorang tukang masak. Sahih Muslim vol.3 no.4292 hal.942 dan Abu Dawud vol.2 no.227 hal.728 dan al-Tabari vol.39 hal.182-183 juga mengatakan Juwairiya ditangkap dalam penyerangan terhadap bangsa Banu Mustaliq. Ia telah menikah dengan Musafi bin Safwan, yang telah dibunuh dalam perang.

Istri Muhamad Juwairiya dulunya bernama Barrah. Abu Dawud vol.1 no.1498 hal.392. namun, Bukhari vol.8 buku 72 bag.107 no.212 hal.137;Abu Dawud vol.3 no.4935 hal.1377-1378 mengatakan dulunya nama Zainab juga Barrah.

Juwayriya binti al-Harith bin Abi Birar bin Habib, cucu laki-laki yang hebat Jadhimah al-Mustaliq dari kelompok Khuza, dirampas ketika orang Islam menyerang bangsa al-Mustaliq. Suaminya, Musafi bin Safwan Dhu al-Shuir bin Abi Asrb bin Malik bin Jadhimah dibunuh saat itu. Ia menjadi tawanan perang yang setuju untuk menikah dengan Muhamad. al-Tabari vol.39 hal.182-183; al-Tabari vol.9 hal.133.

Juwayriyya ditangkap dalam perang al-Muraysi [melawan bangsa Banu Mustaliq]. al-Tabari vol.39 hal.183

Juwayriyya menikah dengan Muhamad ketika berusia 20 tahun. al-Tabari vol.39 hal.184

8. Ummi Habiba


Ummi Habiba adalah anak perempuan Abu Sufyan al-Tabari vol.9 hal.133; Sahih Muslim vol.2 no.3413 hal.739; vol.2 no.2963 hal.652; Sahih Muslim vol.2 no.1581 hal.352; vol.2 no.3539 hal.776 Ibn-i-Majah vol.5 no.3974 hal.302; al-Tabari vol.17 hal.88

Ummi Habiba berusia 23 tahun lebih muda dari Muhamad. Sunan Nasa’i vol.1 #60 hal.127

Ummi Habiba dan suami pertamanya Ubaydallah adalah orang Islam yang pergi ke Abyssinia. ’Ubaydallah pindah ke agama Kristen. al-Tabarivol.39 hal.177
Menyebutkan Zainab binti Jahsh. al-Tabari vol.39 hal.180-182

Ummi Habiba, istri Muhamad tidak perlu dipusingkan dengan wanita lain yang juga bernama Ummi Habiba. Ia adalah anak perempuan Jashs, istri Abd al-Rahman dan saudara ipar Mohammad, karena Zainab anak Jahsh adalah istrinya. Abu Dawud vol.1 no.288 hal.73

9. Safiya/ Saffiya


Safiya binti Huyai/Huyayy adalah seorang budak tahanan yang Muhamad nikahi setelah memnghabisi nyawa ayah, saudara laki-laki, suami dan orang-orang Khaibar, menurut Bukhari vol.2 buku 14 bag.5 no.68 hal.35; vol.4 buku 52 bag.74 no.143 hal.92; vol.4 buku 52 bag.168 no.280 hal.175 dan al-Tabari vol.39 hal.185.

Suami Safiyah bernama Sallam bin Mishkam bin al-Hakam bin Harithah bin al-Khazraj bin Ka’b bin Khazraj. al-Tabari vol.9 hal.134-135.

Safiyyah dipanggil Safi, pada pembagian rampasan pertama, yang mana menjadi milik Muhamad. Abu Dawud vol.2 no.2988 hal.848; Abu Dawud vol.2 no.2985-2989 dan catatan kaki 2406 hal.846-849

Safiyya dibelikan oleh Muhamad tujuh orang budak. Ibn-i-Majah vol.3 no.2272 hal.357. Ia baru berusia 17 tahun ketika Muhamad menikahinya.al-Tabari vol.39 hal.184

Mohammad merasa senang terhadap Safiyya. “Jika Safiyyah tidak berduka, saya akan meninggalkannya saja sampai burung-burung dan binatang busa memakannya dan ia akan dibangkitkan lagi dalam kepercayaannya.” Abu Dawud vol.2 no.3130-3131 hal.893

Secara fisik, Saffiya itu pendek. Abu Dawud vol.3 no.4857 hal.1359

Ada konflik diantara para istri tersebut. Zainab tidak mau menyewakan untanya pada Saffiya ketika Muhamad menyuruhnya. Zainab menyebut Saffiya ”orang Yahudi” Abu Dawud vol.3 no.4588 hal.1293

Mohammad mempunyai sembilan istri dalam satu waktu, termasuk Saffiya binti Huyayy, dan kemudian ia tidak memberikannya “giliran”. Sahih Muslim vol.2 no.3455-3456 hal.749

Istri Muhamad ini juga disebutkan dalam Sahih Muslim vol.2 no.3325; vol.2 no.2783 hal.605; vol.2 no.3118 hal.678; vol.2 no.3497 hal.761;Bukhari vol.3 buku 33 bag.8-13 no.251-255 hal.139-143; vol.2 buku 21 bag.22 no.255 hal.143; Ibn-i-Majah vol.3 no.1779 hal.72; Abu Dawudvol.2 no.2464 hal.681; al-Tabari vol.39 hal.169

Safiya binti Abi 'Ubaid istri Muhamad dalam Bukhari vol.4 buku 52 bag.136 no.244 hal.151 mungkin orang yang sama juga.


10. Maimuna binti Harith


Sahih Muslim vol.1 no.1671,1674,1675 hal.368-369; vol.2 no.1672 hal.369.

Mohammad menikahi Maymuna binti Al-Harith pada tahun 7 A.H. ketika Muhamad sedang dalam suatu ritual suci menuju kota suci Mekah. al-Tabari vol.8 hal.136; al-Tabari vol.9 hal.135

Maymuna telah bercerai sebelumnya, dan telah menjadi janda sebelum menikah dengan Muhamad. al-Tabari vol.39 hal.185. Maymuna berusia 80/81 tahun ketika meninggal. al-Tabari vol.39 hal.186

Maimuna berusia 30 tahun ketika Muhamad berusia 53 tahun menikahinya. Muhamad meninggal empat tahun kemudian. Sunan Nasa’i vol.1 #43 hal.120

Maimuna, istri Muhamad, mengintip Muhamad Bukhari vol.1 buku 5 bag.22 no.279 hal.170-171. Orang yang diintip ketika mereka mandi atau pergi ke kamar mandi. Tak ada yang salah, lagipula ia adalah istrinya.

Ata bin Yasar adalah seorang teman Maemunah. al-Tabari vol.39 p.317

Budak-budak: Budak-budak wanita yang dibebaskan oleh Maymunah diberikan seekor domba, yang nantinya akan mati. Ibn-i-Majah vol.5 no.3610 hal.93

Istri Muhamad yang ini juga disebutkan dalam: Ibn-i-Majah vol.3 no.2408 hal.435; Sunan Nasa’i vol.1 no.809 hal.492; vol.2 no.1124 hal.108;Abu Dawud vol.1 no.1351 hal.356; vol.1 no.1359,1360,1362 hal.357; Sunan Nasa’i vol.1 no.243 hal.229.

11. Fatima/ Fatimah


Fatima telah disebutkan oleh Ali Dashti. al-Tabari vol.9 hal.39 menyatakan bahwa Muhamad  menikahi Fatimah binti al-Dahhak bin Sufyan (juga disebut al-Kilabiyyah).dalam waktu yang singkat

Mohammad menikahi Fatimah binti Shurayh. al-Tabari vol.9 hal.139. Ini adalah hal yang agak aneh, jika Shuray dan al-Dahhak adalah dua orang yang berbeda, membuat dua orang Fatima, atau mungkin mereka menmberikan nama alternatif karena ayah yang sama.   

Menyebutkan Fatimah bin al-Dahhabi, Alya binti Zahyah, Sana binti Sufyan al-Tabari vol.39 hal.186
Mohammad melakukan hubungan pernikahannya dengan “the Kilabiyyah”. Ini bisa mengarah pada Fatimah binti al-Dahhak bin Sufyan atau ‘Aliyah binti Zabyan bin ‘Amr bin ‘Awf atau Sana binti Sufyan bin ‘Awf.  al-Tabari vol.39 hal.187

Fatima, orang yang berbeda, anak perempuan Muhamad


Berikut ini mungkin adalah istri Muhamad, tapi bisa juga anak perempuan Muhamad. Dalam masa penyerangan Mekah, Fatima telah mengintip dengan Muhamad. Ibn-i-Majah vol.1 no.465 hal.255 dan Sunan Nasa’i vol.1 no.228 hal.224; vol.1 no.417 hal.307

Seorang Fatima mengintip Muhamad ketika ia sedang mandi dalam Bukhari vol.1 buku 5 bag.22 no.278 hal.170-171. Namun, Muhamad sedang mandi ketika ia diintipi oleh anak perempuannya Fatima dalam Bukhari vol.4 buku 53 bag.29 no.396 hal.263. Fatima adalah anak perempuan Muhamad dan juga istri dari Ali dalam Bukhari vol.3 buku 34 bag.29 no.302 hal.171; Bukhari vol.4 buku 53 bag.1 no.325 hal.208.

Mohammad tidak menginginkan Ali untuk menikahi orang lain kecuali anak perempuannya Fatima. Ibn-i-Majah vol.3 no.1998-1999 hal.202-204. Namun, Ali mempunyai seorang budak tawanan, anak perempuan dari Rab’iah, yang membosankan, anaknya itu bernama Umi Ruqayyah.al-Tabari vol.11 hal.66.

Menginginkan seorang budak: Ketika Muhamad memberikan banyak budak untuk Aisha, Fatima berpikir ia telah membuat keputusan yang buruk. Anak perempuan Muhamad, Fatima mengajukan pertanyaan pada Muhamad tentang pekerjaannya yang berat mengasah batu dan meminta untuk dibelikan budak. Muhamad tidak memberikannya yang ia minta, namun ia memberikan sesuatu yang lebih baik. Ia mengatakan pada Fatima untuk memuja Allah sebanyak 33 kali, bersukacita pada Allah sebanyak 34 kali, dan Allah menjadi 34 kali paling hebat. Abu Dawud vol.3 no.5044-5045 hal.1405

12. Hend/Hind


Hend/Hind yang sebelumnya menikah dengan Abu Sufyan, yang mana adalah orang yang sangat pelit. Menurut Sahih Muslim vol.3 no.4251-4254 hal.928-929.

13. Sana binti Asma’ / al-Nashat


Mohammad menikahi al-Nashat binti Rifa’ah dari bangsa Banu Kilab bin Rabi’ah, yang merupakan bagian dari persekutuan Qurayzah. Beberapa orang menyebutnya Sana binti Asma’ bin al-Salt al-Sulamiyyah; ketika yang lain menyapa Sana binti Asma’ bin al-Salt dari bangsa Banu Harm. However, ia meninggal sebelum melkaukan hubungan pernikahan dengan Muhamad. Ia juga dipanggil Sana. al-Tabari vol.9 hal.135-136. al-Tabari vol.39 hal.166 mengatakan hal yang sama tentang Sana binti al-Salt.

14. Zainab/Zaynab binti Khozayma/Khuzaima


Zainab yang ini adalah keturunan bangsa Banu Hilal. Ia bercerai dari seorang lelaki Islam bernama Tufayl, dan menikahi saudara laki-lakinya ‘Ubaydah, yang dibunuh di Badar. Lalu ia menikah dengan Muhamad. Ia lahir tahun 595 A.D dan meninggal 626 A.D diusia 31 tahun. Lihat al-Tabari vol.7 hal.150 catatan kaki 215,216 dan al-Tabari vol.39 hal.163-164 untuk info yang lebih lengkap.

al-Tabari vol.9 hal.138 juga mengatakan ia meninggal ketika Muhamad masih hidup.
Mohammad menikahi Zainab binti Khuzaima, tetapi ia meninggal sebelum Muhamad menikahinya. Sunan Nasa’i vol.1 #64 hal.129

15. Habla?


Habla ada dalam daftar Ali Dashti, tapi saya ada kesulitan dan tidak dapat menceritakannya lebih lanjut secara bebas.

16. Janda Asma’ binti Noman


Asma binti Noman, atau Asma binti al-Nu’man bin Abi Al-Jawn, dari bangsa Kindah, telah menikah dengan Muhamad, namun ia tidak pernah melakukan hubungan pernikahan dengannya. al-Tabari vol.10 hal.185 dan catatan kaki 1131 hal.185.

Anak perempuan dari Al Jahal ini dinikahi oleh Muhamad hanya dalam waktu yang sangat singkat. Bukhari vol.7 buku 63 no.181 hal.131,132

Dilain hal, al-Tabari vol.10 hal.190 mengatakan bahwa Al-Nu’man al-Jahal menawarkan anak perempuannya pada Muhamad, tetapi Muhamad menolaknya. Mungkin “menolak” berarti Muhamad menceraikannya sebelum ia tidur dengannya.

Mohammad menikahi Asma binti al-Nu’man bin al-Aswad bin Sharhil. Namun, ia menderita penyakit kusta, lalu Muhamad memberikan ia uang dan menceraikannya. al-Tabari vol.9 hal.137. Mengapa ia lakukan itu pada orang yang ia cintai?

Asma binti al-Nu’man adalah janda ketika Muhamad menikah lagi. Baik Hafsa atau Aisha menipunya dengan mengatakan padanya bahwa Muhamad akan bahagia jika ia mendapatkan kebahagiaan dalam Allah dari Muhamad.  al-Tabari vol.39 hal.188-190

Cerita singkat tentang ‘Asma binti Nu’man dalam al-Tabari vol.39 hal.190.

Mohammad menceraikan seorang wanita, karena ia menganggap wanita tersebut telah mengambil keslamatan dalam Tuhan dari Muhamad. Ia menceraikan Asma juga karena ia menderita penyakit kusta. Ada beberapa gabungan nama yang mana ada dalam peristiwa ini yaitu dalam al-Tabari vol.39 hal.187.

17. Maria seorang Kristen


Maria adalah istri (selir) sesuai dengan al-Tabari vol.9 hal.141; Sahih Muslim vol.4 catatan kaki 2835. hal.1351; Maria yang seorang Kristen melahirkan anak laki-laki, Ibrahin dari Muhamad dalam  al-Tabari vol.9 hal.39. Ia meninggal ketika berusia dua tahun. Perwakilan Islam Hatib bin Abi Balta’ah kembali dari al-Muqawqis [Mesir] dengan Maria (seorang Kristen), adiknya Sirin, seorang bagal wanita, berpakaian rapih, dan seorang sida-sida. Hatib mengajak mereka untuk menjadi pemeluk agama Islam, dan mereka pun pindah agama (sesuai Tabari). Maria sangat cantik dan Muhamad mengirim Sirin pada Hasan bin Thabit. Sirin dan Hasan adalah orangtua dari Abdul al-Rahman bin Hassan. al-Tabari vol.8 hal.66,131.

Seorang Islam mungkin mengatakan bahwa Muhamad menikahinya karena ia adalah bagai sebuah hadiah dari Mesir, tapi adiknya juga merupakan pemberian, dan ia tidak menikahi Sirin. Maria adalah pemberian dari pemerintah Aleksandria. al-Tabari vol.39 hal.193

Hal ini dinyatakan bahwa Maria menjadi seorang Islam, tetapi Muhamad tetap menjadikannya sebagai budak tidak seperti istri selayaknya. al-Tabari vol.39 hal.194

Mohamad “melakukan hubungan seksual dengannya oleh karena kekuasaannya” al-Tabari vol.39 hal.194. Catatan kaki 845 menjelaskan, “Ini adalah, Maria disuruh memakai kerudung seperti yang dilakukan oleh istri-istri nabi, namun ia tidak menikahinya”.

Maria meninggal tahun 637/638 A.D. al-Tabari vol.39 p.22

18. Rayhana binti Zaid


Rayhana adalah seorang Yahudi budak dari bangsa Quraiz. Muhamad menawarkannya untuk menjadi istrinya sebagai ganti setelah ia menjadi budak, namun ia menolak dan tetap menjadi seorang Yahudi hal ini sesuai dengan al-Tabari vol.8 hal.39. Lihat juga al-Tabari vol.9 hal.137,141. Namun, sumber dalam al-Tabari vol.39 hal.164-165 mengatakan Muhamad membebaskannya lalu menikahinya.

Mohammad mempunyai dua orang selir; Maria binti Sham’un (seorang Kristen) dan Rayhana binti Zaid al-Quraiz dari Banu al-Nadir. al-Tabarivol.9 hal.141. Maria adalah seorang walid dari Muhamad sesuai dengan al-Tabari vol.13 hal.58.

19. Janda Umi Sharik / Ghaziyyah binti Jabir


Umi Sharik  adalah orang yang sama dengan Ghaziyyah binti Jabir dalam al-Tabari vol.9 hal.139. Ia disebut” Umi Sharik” karena adalah seorang ibu dari seorang anak laki-laki bernama Sharik dari pernikahan sebelumnya.

“Ketika Nabi bertemu dengannya, saat itu ia sudah terlihat tua, dan ia pun menceraikannya” al-Tabari vol.9 hal.139. Namun catatan kaki 922 mengatakan Ibn Sa’d dalam Tabaqat, 8 hal.110-112 “memberikan sebuah cerita yang berbeda dan menjadikannya dalam daftar orang-orang yang diinginkan oleh Nabi namun tidak dinikahinya. Itu adalah dia yang memberikan dirinya untuk Muhamad dan dalam ayat Qur’an 33:50 mengacu padanya”. 

20. Maimuna


Maimuna adalah seorang wanita yang menawarkan dirinya kepada Muhamad, sesuai dengan Sahih Muslim vol.2 catatan kaki 1919. Orang ini mungkin adalah Maimuna yang sama dengan yang di no.10 atau orang yang berbeda. Yang menikah pada tanggal 7 Hijriah.

Seorang wanita yang tak dikenal mengatakan ia menyerahkan dirinya pada Muhamad sebagai seorang istri. Muhamad tidak mau menerimanya, tapi memberikannya pada orang Islam yang miskin. Yang dapat dilakukan oleh orang miskin itu sebagai hadiah yaitu memberikan sebuah benda kenangan sebuah Sura dari Qur’an. Muwatta’ Malik 28.3.8

21. Zainab ketiga?


Ali Dashti mencatat tentang istri yang ini, namun saya tidak menemukan bukti yang kuat tentang ini.

22.Khawlah binti al-Hudayl


Hal ini mengatakan bahwa Muhamad menikahi Khawlah bint al-Hudaylal-Tabari vol.9 hal.139. Ia adalah istri Muhamad menurut al-Tabarivol.39 hal.166




23. Janda Mulaykah binti Dawud


Muhamad menikahi (secara tertulis) Mulaykah binti Dawud al-Laythiyyah, tetapi ketika ia mengatakan bahwa Muhamad adalah orang yang membunuh ayahnya, maka meminta perlindungan Allah dari Muhamad, dan Muhamad menjauh darinya. al-Tabari vol.8 hal.189. Hal yang sama juga dikatakan oleh Mulaykah binti Ka’b (yang sepertinya adalah orang yang sama) dalam al-Tabari vol.39 hal.165

Mulaykah binti Ka’b menikah dengan Muhamad dalam waktu yang singkat saja. Karena Aisha mengatakannya kalau ia telah menikah dengan seseorang yang telah membunuh suaminya. Ia pun mencari perlindungan pada Tuhan dari Muhamad, dan Muhamad pun menceraikannya.  al-Tabari vol.39 hal.165

24. Janda al-Shanba’ binti ‘Amr


Mohamad menikahi al-Shanba’ binti ‘Amr al-Ghifariyyah; orang-orangnya adalah dari perkumpulan Banu Quraiz. Ketika Ibrahim meninggal. Wanita itu mengatakan jika ia adalah seorang nabi yang sesungguhnya, maka seharusnya anak laki-lakinya itu tidak akan mati. Muhamad menceraikannya sebelum melakukan hubungan pernikahan dengannya. al-Tabari vol.9 hal.136

25. Janda al-‘Aliyyah


Mohamad tinggal sebentar dengan  Aliyyah binti Zabyan bin ‘Amr bin ‘Awf bin Ka’b, lalu menceraikannya. al-Tabari vol.39 hal.188

Muhamad menikahi al-‘Aliyyah, namun menceraikannya, ia meninggal ketika Muhamad masih hidup. al-Tabari vol.9 hal.138.

26. Janda ‘Amrah binti Yazid


Muhamad menceraikan ‘Amrah binti Yazid karena ia menderita penyakit kusta. al-Tabari vol.39 hal.188

Mohamad menikahi ‘Amrah binti Yazid (tak disebutkan tentang perceraian) al-Tabari vol.9 hal.139.

Mohamad bercerai dengan ‘Amra. Ibn-i-Majah vol.3 no.2054 hal.233 vol.3 no.2030 hal.226 (daif [lemah], bukan Sahih)

Muhamad menceraikan seorang wanita karena wanita itu menderita kusta. al-Tabari vol.39 hal.187

27. Janda yang tak bernama


Mohamad menceraikan seorang wanita yang tak dikenal karena ia mengintip ketika orang-orang meninggalkan mesjid. al-Tabari vol.39 hal.187

28. Qutaylah binti Qays (telah meninggal)


Muhamad menikahi Qutaylah binti Qays tetapi ia meningal sebelum melakukan hubungan pernikahan. Jika ingin tahu juga, dalam buku ini dikatakan bahwa ia dan saudara laki-lakinya telah murtad dari Islam. Maka, ia murtad setelah menikah dan sebelum kematiannya mungkin? al-Tabari vol.9 hal.138-139.

29. Sana binti Sufyan


Menyebutkan pernikahan singkat Muhamad dengan Sana bint Sufyanal-Tabari vol.39 hal.188

30. Sharaf binti Khalifah


Muhamad menikahi Sharaf bint Khalifah, adik perempuan dari Dihyah bin Lhalifah al-Kalbi, tetapi ia meninggal lebih dulu dibanding Muhamad. al-Tabari vol.9 hal.138

31. Para wanita dari anak buah Muhamad


“…Selain seksualitas, kecuali dengan orang-orang yang ingin mengikut pada mereka dalam ikatan pernikahan, atau (para budak) yang dipelihara oleh anak buahnya – sehingga mereka bebas dari hukuman,” Sura 23:5-6. Lihat juga Sura 4:24

“Ia  (Muhamad) menjawab,’sembunyikan masalah privasimu kecuali dari istri dan dari budak-budak wanita itu.”’ Abu Dawud vol.3 no.4006 hal.1123

Abu Dawud vol.3 no.4443-4445 hal.1244 menunjukkan bahwa melakukan hubungan seksual dengan seorang budak wanita adalah hal yang sah, namun sang tuan akan dipukul jika melakukan hubungan seksual dengan budak wanita istrinya.

Seperti layaknya orang-orang kaya dari Arab, Muhamad sepertinya juga melakukan hal yang sama yang mana juga membutuhkan banyak budak wanita. Lihat Bukhari vol.7 buku 64 bag.6 no.274 hal.210.

Salma adalah salah seorang budak wanita yang dimiliki. Abu Dawud vol.3 no.3849 hal.1084

Maimuna adalah salah seorang budak wanita Muhamad yang dibebaskan. Ibn-i-Majah vol.3 no.2531 hal.514; Abu Dawud vol.1 no.457 hal.118

Muhamad pernah pada waktu yang singkat mempunyai selir “yang sangat cantik” sebelum ia memberikannya pada Mahmiyah bin Jaz’ al-Zubaydi. al-Tabari vol.8 hal.151

Salah satu budak wanita Muhamad yang tinggal dirumahnya melakukan hubungan seksual diluar nikah dengan orang lain. Hal ini “orang lain” tersebut yang merupakan masalahnya. Abu Dawud vol.3 no.4458 hal.1249

Mohamad memanggil seorang budak wanita kulit hitam untuk datang padanya dan bersembunyi dari Abu Dharr dibelakang korden ketika ia sedang mandi. Abu Dawud vol.1 no.332 hal.87

Menyebutkan Umi Ayman (=Barokah), seorang langganan (budak) Nabi. al-Tabari vol.39 hal.287

Mohamad sebenarnya mempunyai rasa humor juga. Umi Aiman, pelanggan Muhamad (seperti: budak yang dapat menemaninya selama semalam). Menurut al-Husayn … Umi Aiman: [Satu] malam Nabi bangun dan pipis disudut tempat bejana. Selama semalam saya bangun itu, dan saya haus, saya meminum sesuatu yang ada di dalam bejana itu, tanpa memerhatikannya. Ketika Nabi bangun di pagi hari ia berkata’ Oh Umi Aima, tolong ambilkan bejana yang ada dipojok itu dan buang isinya.’ Saya berkata ‘Ya Tuhan, saya telah meminumnya.’ Nabi tertawa sampai giginya terlihat, kemudian ia berkata ’setelah ini kamu tidak akan menderita sakit perut itu’” al-Tabari vol.39 hal.199

Secara garis besar, Abu Dawud vol.3 no.4443-4445 hal.1244 mengajarkan bahwa melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita milik tuannya sendiri itu sah-sah saja, tetapi tuannya tersebut akan dipukuli jika melakukan hubungan seks dengan budak wanita milik istrinya.

Tetapi, melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita dari istrinya itu biasa saja, jika budak wanita itu sah untuknya. Perlu dicatat, bahwa ia tidak pernah menikah dengan budak wanita. Ibn-i-Majah vol.4 no.2551 hal.12


Mohamad tidak pernah menikah dengan siapapun!


Aisha merasa cemburu pada setiap wanita yang ingin menawarkan dirinya pada Muhamad (sebagai istri). Sahih Muslim vol.2 no.3453 hal.748. Tetapi itu adalah sah jika ada wanita yang menawarkan dirinya pada Muhamad. Ibn-i-Majah vol.3 no.2000-2001 hal.304-305

Beberapa orang berpikiran bahwa Muhamad menikah dengan al-Ashath, tetapi al-Tabari mengatakan bahwa itu salah menurut al-Tabari vol.39 hal.190i. (Secara keseluruhan, al-Tabari melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan mencoba selalu berhubungan dengan para wanita Muhamad)

Gagalnya Rencana Pernikahan


Mohamad meminta Ghaziyyah untuk menikah dengannya karena kecantikkannya, tapi ia menolaknya. Tabari menyatakan ia adalah orang yang tidak setia namun belum ada bukti. al-Tabari vol.9 hal.136. Tidak ada bukti tentang apakah ia tidak setia dan Muhamad tampak tidak peduli dengan tidak menghukumnya, atau setidaknya ketika ia melakukan kesalahan maka Muhamad menghukumnya.

Laila menepuk bahu Muhamad dari belakang dan memintanya untuk menikahinya. Muhamad menerima. Orangnya Laila mengatakan,”Apa yang telah anda lakukan! Anda adalah wanita terhormat, tapi ia adalah lelaki hidung belang. Menjauhlah darinya.’ Ia menemui Muhamad lagi dan memintanya untuk menggagalkan pernikahan itu dan ia menurutinya” al-Tabari vol.9 hal.139

Dari al-Tabari vol.9 hal.140-141, Mohamad merencanakan pernikahan itu, namun berakhir dengan tidak adanya pernikahan:
1)     Umi Hani’ binti Abi Talib [Hind] karena ia mengatakan ia sudah mempunyai anak.
 2) Duba’ah binti ‘Amir tetapi ia terlalu tua.
3) Dilaporkan ia berencana menikah dengan Saffiyah binti Bashshamah, seorang budak. Ia diijinkan untuk memilih antara Muhamad dan suaminya, dan ia memilih suaminya.
4) Umi Habiba binti al-‘Abbas tetapi karena al-‘Abbas adalah saudara laki-laki angkatnya, maka Muhamad membatalkannya.
5) Jamrah binti Al-Harith. Ayahnya salah menduga jikalau ia sedang menderita sesuatu. Ketika ia datang, ia melihat keadaannya bahwa ia telah menderita penyakit kusta.

Hal ini tidak konsisten dimana UmiHani’ menjadi seorang Islam sebelum atau setelah Muhamad memintanya menikahi dengannya. al-Tabarivol.39 hal.197 dan catatan kaki 857 hal.197


Sumber : MuslimHope
Share this article :

3 komentar:

  1. Anda seperti orang dari hutan yang tiba2 muncul ke masyarakat mengomentari sesuatu yang tidak pernah anda ketahui sma sekali. Maka bagaimana bisa dipercaya komentator yang tidak berpendidikan seperti anda muncul tiba2 dengan penuh keegoisan. Seorang Kiai, Ulama', putra dan cucu ulama' besar KH Hasyim asy ari(pendiri NU) yang juga keturunan Sunan Giri seperti Gus Dur saja sangat toleran dengan orang non islam. Anda bisa dikatakan sangat Bodoh untuk memahami suatu makna kata.

    Dimanapun juga Penghargaan dan Hukuman pasti ada untuk mengendalikan seluruh umat manusia. Jadi tidak bisa masyarakat salah tanpa hukuman, krn akan kasihan pada kaum yang didholimi orang tsb.

    BalasHapus
  2. Anda seperti orang dari hutan yang tiba2 muncul ke masyarakat mengomentari sesuatu yang tidak pernah anda ketahui sma sekali. Maka bagaimana bisa dipercaya komentator yang tidak berpendidikan seperti anda muncul tiba2 dengan penuh keegoisan. Seorang Kiai, Ulama', putra dan cucu ulama' besar KH Hasyim asy ari(pendiri NU) yang juga keturunan Sunan Giri seperti Gus Dur saja sangat toleran dengan orang non islam. Anda bisa dikatakan sangat Bodoh untuk memahami suatu makna kata.

    Dimanapun juga Penghargaan dan Hukuman pasti ada untuk mengendalikan seluruh umat manusia. Jadi tidak bisa masyarakat salah tanpa hukuman, krn akan kasihan pada kaum yang didholimi orang tsb.

    BalasHapus
  3. ASTAGHFIRULLAH! jangan menghujat agama orang lain kalau anda tidak tahu yang sebenarnya.(Untukmu agamamu, dan untukku agamaku) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

    BalasHapus

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger