Headlines News :
Home » » Akhlak Nabi Muhammad

Akhlak Nabi Muhammad

Written By Islam Dalam Fakta on Kamis, 06 Juni 2013 | 22.23

Perjalanan hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah merupakan momentum awal untuk keme-nangan Islam dari masyarakat Jahiliyah. Melalui proses hijrah Nabi Muhammad melakukan konsolidasi untuk memba-ngun masyarakat Islam, yang berke-adilan. Cita-cita Islam adalah membe-baskan manusia dari penindasan atas nama suku, agama, ras, dan golongan. Islam hadir untuk memberikan rasa keadilan pada manusia.

Hijrah, paling tidak, mempu-nyai berbagai aspek, aspek teologis dan sosiologis. Dari aspek teologis, hijrah merupakan peristiwa supranatural. Tuhan berperan secara langsung baik dalam penyiapan, perencanaan, mau-pun perlindungannya. Al-Quran meng-isyaratkan peristiwa itu:
“Apakah mereka (kaum kafir Makkah) berkata, Kami adalah kelompok yang menang? Kelompok mereka itu akan dihancurkan, dan mereka lari terbirit-birit. Sungguh, saat itu akan datang sebagai janji kepada mereka, dan saat itu akan sangat menyedihkan dan sangat pahit (bagi mereka).” (QS. Al-Qalam/54:45-47).

Ayat yang lain bahkan meng-gambarkan kemenangan Nabi Muham-mad Saw setelah hijrahnya, dengan izin Allah.
“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu melaksanakan al-Quran, akan mengem-balikanmu ke tempatmu semula (Makkah)”. (QS. Al-Qashash/28:85).
Aspek teologis hijrah memang mempunyai landasan pendukung. Na-mun hijrah bukanlah semata-mata peristiwa teologis. Sisi sosiologis sejarah yang merupakan penguat hijrah, ditandai dengan meninggalnya paman Nabi, Abu Thalib dan istri Nabi Khadijah; peng-asingan kepada kaum muslimin dan penyiksaan-penyiksaan yang dilakukan kafir Quraisy kepada kaum muslimin; dan perjanjian aqabah I dan aqabah II. Peris-tiwa-peristiwa ini memberikan landasan sosiologis kepada Nabi untuk melaksana-kan hijrah.
***

Hijrah merupakan sebuah momentum untuk mengembalikan keperca-yaan diri kaum muslimin terhadap ajaran yang selama ini diyakini dengan begitu banyak pengorbanan. Sejarah mencatat bagaimana sahabat Nabi seperti Bilal dan Salman al-Farisi yang disiksa kafir Quraisy karena keyakinan keislaman-nya.

Hijrah membentangkan sebuah harapan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Sebuah tatanan masya-rakat yang merupakan kemestian Ilahi. Hijrah merupakan perlawanan terhadap penindasan kekuasaan dengan melaku-kan pembinaan masyarakat pada tempat yang sesuai. Madinah, sebagai sasaran hijrah, merupakan kota perlawanan, kota perjuangan untuk merebut keme-nangan.

Hijrah bukan-lah pelarian karena ke-takutan terhadap kema-tian, karena tidak mung-kin Rasulullah takut terhadap kematian. Ka-rena jika Rasulullah mempertahankan kebe-radaannya kaum musli-min di Makkah, maka ini akan menyulitkan kaum muslimin itu sen-diri, yang waktu baru berjumlah 100-an orang. Rasulullah sendiri berhijrah setelah mem-persiapkan kondisi psi-kologis dan sosiologis di kota Madinah dengan mengadakan perjanjian Aqabah I dan Aqabah II.
***

Mengembangkan makna hijrah untuk menarik relevansi kekiniannya, jelas tidak harus menggunakan parameter sosiologis sejarah jaman Rasulullah. Karena menarik sosiologi sejarah men-jadi kemestian yang harus dilalui itu merupakan kemuskilan. Karena Rasu-lullah telah tiada. Jadi memaknai makna hijrah saat ini adalah dengan menarik peristiwa itu sebagai ibrah (pelajaran).

Jadi tidak ada salahnya jika belajar dari peristiwa hijrah untuk dijadikan pelajaran dalam menye-lesaikan persoalan bangsa ini. Sehingga krisis yang melanda bangsa ini tidak berkepanjangan.

Ibrah dari peristitwa hijrah dapat ditarik relevansinya dengan melihat persoalan-persoalan yang mengelayuti bangsa ini. Tidak dapat dipungkiri bangsa ini sedang dirundung krisis yang tidak kunjung selesai-selesai. Berbagai krisis yang menerpa bangsa ini bagai benang kusut yang untuk menyelesaikan-nya mengalami kesu-litan yang luar biasa. Padahal bangsa ini sudah mempunyai be-gitu banyak orang pin-tar, tapi di sinilah jus-tru letak kesulitannya. Karena kepintaran yang diiringi dengan egoisme justru mem-peruwet masalah. Apa-lagi jika kepintaran diiringi dengan nafsu kekuasaan dan keka-yaan akan makin mem-persulit penyelesaian.

Ada dua hal yang dapat ditarik kesimpulan dari peristiwa hijrah masa Rasulullah. Pertama, siapnya kondisi sosiologis dari masyarakat Makkah dan Madinah, baik yang akan pindah dan yang menampung kepindahan. Kedua, adanya kepemimpinan yang memberi-kan rasa perlindungan dan keadilan pada kedua masyarakat itu, sehingga di Madinah tercipta suatu masyarakat madani. Yaitu masyarakat yang plural, inklusif, berkeadilan sosial dan demo-kratis.

Hijrah merupakan konsep yang harus dilakukan dalam konteks kondisi bangsa Indonesia yang sedang krisis. Dalam perjalanannya, wajah Indonesia, setelah lebih dari lima puluh lima tahun merdeka, ternyata tidak mengarah pada cita-cita awal pendirian bangsa ini. Banyak persoalan yang menggelayut menjadi agenda besar. Persoalan krisis sosial-ekonomi-politik kemudian berim-bas pada disintegrasi bangsa. Tak ada kebanggaan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Dari pelajaran hijrah di atas, kita dapat simpulkan bahwa untuk memba-ngun bangsa ini menuju cita-citanya —bangsa dengan masya-rakat yang adil, makmur dan sejahtera — kita perlu menyiapkan bebe-rapa hal. Prasyarat per-tama mempersiapkan kondisi sosiologis yang mampu menerima ide-ide perbaikan. Kita perlu melakukan penyadaran kepada masyarakat baik di kalangan elite mau-pun akar rumput untuk menerima bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa dengan beragam suku, agama dan budaya. Membangun kesadaran pada tiga hal ini haruslah dikembangkan pada segala lapisan masyarakat.

kita perlu memberikan cara pandang pada masyarakat bahwa perbe-daan suku, agama dan budaya bukanlah suatu sekat sosial apalagi sumber konflik sosial. Justru semua ini merupakan kekayaan bangsa yang harus dikembang-kan untuk membangun bangsa yang makin beradab. Semua perbedaan itu bukan menjadi media penghalang untuk mengembangkan kreativitas dan mem-bangun persaudaraan antar sesama anak bangsa. Aset untuk saling mengenal antar sesama anak bangsa.

Sedangkan prasyarat kedua adalah membangun pemerintahan yang berwibawa; yang memberikan perlin-dungan hukum dan keadilan pada segenap lapisan masya-rakat; yang tidak me-mandang keberadaan hukum hanya untuk ma-syarakat bawah, sedang-kan lapisan elite terabai-kan oleh kekuatan hu-kum. Penegakan supre-masi hukum inilah yang akan memberikan wiba-wa kepada pemerintah.

Penundaan hukum ter-hadap segala tindak ke-jahatan kemanusiaan, bukan saja memberikan rasa ketidakadilan hu-kum di masyarakat tapi juga menimbulkan ke-tidakpastian hukum. Akibatnya, masyarakat mengambil langkah-langkah di luar jalur hukum, yang kemu-dian menimbulkan potensi konflik horizontal, resistensi kesukuan dan agama. Seharusnya begitu terjadi peristi-wa pelanggaran hukum, maka penegakan hukum harus ditindak. Karena jika sudah meluas proses penyelesaian secara hukum amat sulit sekali.
Membangun masyarakat yang beradab, berkeadilan dan demokratis yang menjadi cita-cita bersama sesama anak bangsa, tentu hanya menjadi sekadar harapan jika kemauan dari seluruh masyarakat khususnya elite masyarakat tidak berkeinginan untuk memperbaiki keadaan. Alih-alih mem-perbaiki keadaan, bahkan justru meng-ambil keuntungan dari keadaan seperti ini.

Ayat al-Quran yang paling sarat memuji Nabi Muhammad Saw adalah ayat yang berbunyi wa innaka la’alâ khuluqin ‘azîm, sesungguhnya engkau (hai Muhammad) memiliki akhlak yang sangat agung.

Kata khuluq yang berarti akhlak secara linguistik mempunyai akar kata yang sama dengan khalq yang berarti ciptaan. Be-danya adalah kalau khalq lebih bermakna cip-taan Allah yang bersifat lahiriah dan fisikal, maka khuluq adalah ciptaan Allah yang ber-sifat batiniah. Seorang sahabat pernah me-ngenang Nabi yang mulia dengan kalimat be-rikut kâna Rasûlullâh ahsanan nâsi khalqan wa khuluqan, bahwa Rasulullah Saw adalah ma-nusia yang terbaik secara khalq dan khuluq. Dengan kata lain, Nabi Muhammad Saw ada-lah manusia sempurna dalam segala aspek, baik lahiriah maupun batiniahnya.

Kesempurnaan lahirah beliau sering kita dengar dari riwayat-riwayat para sahabat yang melaporkan tentang sifat-sifat beliau. Hindun bin Abi Halah misalnya mendes-kripsikan sifat-sifat lahiriah Nabi seperti berikut:
"Nabi Muhammad Saw adalah se-orang manusia yang sangat anggun, yang wajahnya bercahaya bagaikan bulan purnama di saat sempurnanya. Badannya tinggi sedang. Postur tubuhnya tegap. Rambutnya ikal dan panjang yang tidak melebihi daun telinganya. Warna kulitnya terang. Dahinya luas. Alisnya memanjang halus, bersambung dan indah. Sepotong urat halus membelah kedua alisnya yang akan tampak timbul di saat marahnya. Hidungnya mancung sedikit membengkok, yang di bagian atasnya berkilau cahaya. Jang-gutnya lebat. Pipinya halus. Matanya hitam. Mulutnya sedang. Giginya putih tersusun rapi. Dadanya bidang dan berbulu ringan. Leher-nya putih, bersih dan kemerah-merahan. Perutnya rata dengan dadanya.

Bila berjalan, jalannya cepat laksana orang yang turun dari atas. Bila menoleh, selu-ruh tubuhnya menoleh. Pandangannya lebih banyak ke arah bumi ketimbang langit yang kebanyakannya merenung. Beliau mengiringi sahabat-sahabatnya di saat berjalan, dan beliau jugalah yang memulai salam."

Deskripsi para sahabat Nabi tentang sifat-sifat manusia yang agung seperti ini akan banyak Anda temukan di dalam kitab-kitab semacam Maulid yang lazim dibaca di tanah air kita, seperti Barzanji, Diba, Simthu ad-Durar dan sebagainya. Kita dibawa hanyut oleh para perawi tentang bentuk lahiriah Nabi, sesuatu yang meskipun indah dan sempurna, namun tidak menjadi fokus pandangan al-Quran terhadapnya.

Lalu, apa yang menjadi fokus panda-ngan al-Quran terhadap Nabi Saw? Jawabnya adalah khuluq-nya alias akhlaknya, seperti yang kita kutipkan ayatnya di atas. Apa arti akhlak? Kata Ghazâlî, akhlak adalah wajah batiniah manusia. Ia bisa indah dan bisa juga buruk. Akhlak yang indah disebut al-khuluq al-hasan; sementara akhlak buruk disebut al-khuluq as-sayyi’. Akhlak yang baik adalah akh-lak yang mampu meletakkan secara proporsi-onal fakultas-fakultas yang ada di dalam jiwa manusia. Ia mampu meletakkan dan menggu-nakan secara adil fakultas-fakultas yang ada di dalam dirinya: ‘aqliyyah, ghadhabiyyah, syah-waniyyah dan wahmiyyah. Manusia yang ber-akhlak baik adalah orang yang tidak berlaku ifrât alias eksesif dalam menggunakan empat fakultas di atas, dan juga tidak bersifat tafrît alias mengabaikannya secara total. Ia akan sangat adil dan proporsional di dalam meng-gunakan keempat anugerah Ilahi di atas.

Dengan kata lain akhlak yang baik adalah suatu keseimbangan yang sangat adil yang dilakukan oleh seseorang ketika berha-dapan dengan empat fakultasnya di atas. Ia tidak ifrât di dalam menggunakan rasional-itasnya sehingga mengabaikan wahyu, dan ju-ga tidak tafrît sehingga menjadi bodoh. Ia ti-dak ifrât di dalam menggunakan ghadhab atau emosinya sehingga menjadi agresor, namun tidak juga tafrît sehingga menjadi pengecut. Ia tidak ifrât di dalam syahwatnya sehingga menghambur-hamburkan nafsunya, namun juga tidak tafrît seperti biarawan/ti. Ia mampu meletakkannya secara proporsional sehingga ia membagi secara adil mana hak dunianya dan mana hak akheratnya. Kemampuan itu disebut dengan al-khuluq al-hasan.

Orang yang menyandang sifat ini di kedalaman jiwanya sudah pasti akan meman-tulkan suatu bentuk yang sangat indah secara lahiriah di dalam segala aspek kehidupannya sehari-hari; yang -seperti kata sebuah riwayat- dari pancaran wajahnya akan me-mantul sebuah energi yang akan mengingat-kan orang kepada Allah Swt.; yang untaian kata-katanya akan menambahkan ilmu kepa-da setiap orang yang mendengarnya; dan akhlak lahiriahnya bisa menyadarkan orang dari kelalainnya. Akhlak seperti inilah yang ditunjukkan Rasulullah Saw kepada umat-nya. Keluhuran akhlak Nabi Saw ini adalah cermin yang bersih dan indah yang membawa kita untuk bisa berkaca dengannya di dalam kehidupan kita sesama manusia da-lam segala lapisannya. Sebab akhlak Nabi adalah cerminan al-Quran yang sesungguh-nya. Bahkan beliau sendiri adalah al-Quran hidup yang hadir di tengah-tengah ummat manusia. Membaca dan menghayati akhlak beliau berarti membaca dan menghayati isi kandungan al-Quran. Itulah kenapa ‘Aisyah sampai berkata bahwa akhlak Nabi adalah al-Quran.

Hubungan ‘Alî dan Rasulullah Saw
Keluhuran laku Nabi dapat pula di-dengar dari Imam ‘Alî bin Abi Thalib kw, se-pupu dan menantu Nabi, dan orang tidak per-nah kafir seumur hidupnya. Ia pernah berkata berkhutbah tentang hubungannya dengan Nabi:
Ketika masih anak-anak, aku mem-banting dada para lelaki Arab, dan mengalah-kan jagoan-jagoan suku Rabi’ah dan Mudhar. Sungguh kalian mengetahui kedudukanku di sisi Rasulullah Saw. sebagai kerabat yang sangat dekat. Beliau meletakkanku di pangku-annya sementara aku masih kanak-kanak, beliau merangkulku ke dadanya, membaring-kanku di tempat tidurnya, menyentuhkanku ke tubuhnya, sehingga aku mencium aroma-nya. Seringkali beliau mengunyah sesuatu kemudian menyuapkannya untukku. Beliau tidak pernah berbohong dalam ucapannya terhadapku, dan tidak pernah pula salah dalam tindakannya.

Sungguh Allah telah menyertakan malaikat yang paling mulia bersama beliau, sejak beliau disapih, untuk berjalan dengan-nya di atas jalan-jalan kemuliaan dan keluhur-an-keluhuran akhlak, baik siang maupun malam. Sungguh aku sejak dulu mengikuti be-liau seperti seekor anak unta mengikuti jejak kaki induknya. Setiap hari beliau menunjuk-kan kepadaku panji dari akhlaknya, dan me-merintahkanku untuk mengikutinya. Setiap tahun beliau pergi menyendiri ke bukit Hira’, di mana aku melihatnya dan tak seorang pun selainku melihatnya. Pada saat itu, tidak ada satu rumahpun dalam Islam yang mengumpul-kan manusia kecuali Rasulullah Saw dan Kha-dijah, serta akulah orang ketiga dari mereka.

Seringkali aku melihat cahaya wahyu dan kerasulan, dan mencium napas kenabian. Sungguh aku pernah mendengar rintihan setan di saat wahyu turun kepadanya, lalu aku bertanya, "Ya Rasulullah, rintihan apa ini?" Beliau menjawab, "Itu adalah setan. Dia telah bosan dari ibadahnya. Sesungguhnya engkau mendengar apa yang aku dengar dan melihat apa yang aku lihat, hanya saja engkau bukan seorang nabi, tetapi engkau adalah pengganti nabi, dan sesungguhnya engkau berada di atas kebaikan".

Sungguh aku bersama beliau di kala pembesar-pembesar Quraisy mendatanginya, lalu mereka berkata, "Ya Muhammad, sesung-guhnya engkau telah mengakui perkara besar yang tidak pernah diakui oleh nenek moyang-mu dan tidak pula dan menunjukkannya ke-pada kami, maka kami yakin bahwa engkau adalah nabi dan rasul; tetapi, apabila engkau tidak memenuhinya, maka kami anggap eng-kau seorang penyihir dan pembohong."

Rasulullah Saw. berkata, "Apa yang kalian minta?" Mereka berkata, "Engkau panggil pohon itu ke mari sehingga ia tercerabut dengan akar-akamya dan berhenti di hadapanmu". Nabi menjawab, "Sesung-guhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Apabila Allah melakukannya untuk kalian, apakah kalian akan percaya dan memberi kesaksian atas kebenaran ini?" Mereka ber-kata, "Ya". Maka beliau berkata, "Aku akan tunjukkan kepada kalian apa yang kalian inginkan. Sungguh aku yakin bahwa kalian tidak akan tunduk pada kebajikan, dan ada di antara kalian orang yang akan dilemparkan ke dalam lubang, dan ada juga orang yang akan membentuk kelompok-kelompok [melawan-ku]". Kemudian beliau berkata, "Hai pohon, apabila engkau beriman kepada Allah dan ha-ri akhir, dan meyakini bahwa aku adalah utus-an Allah, maka datanglah dengan akar-akar-mu dan berdirilah di hadapanku atas izin Allah".

Demi yang mengutusnya dengan kebenaran, sungguh pohon itu tercerabut de-ngan akar-akarnya dan datang dengan gemu-ruh suara yang kuat dan kepakan seperti kepa-kan sayap burung, sampai ia berhenti di hada-pan Rasulullah Saw berkepak-kepak, dan membentangkan rantingnya yang paling ting-gi di hadapan Rasulullah Saw dan sebagian ran-tingnya terbentang di pundakku, dan aku ber-ada di sisi kanan beliau.

Ketika orang-orang itu melihat itu, mereka berkata dengan angkuh dan sombong, "Sekarang engkau perintahkan agar separuh-nya datang kepadamu dan separuhnya lagi tinggal [di tempatnyal". Beliau memerintah-kan itu, lalu yang separuh datang kepadanya dengan sangat mengagumkan dan dengan ge-muruh suara yang lebih kuat. Hampir saja po-hon itu menyelimuti Rasulullah Saw Kemudi-an mereka berkata dengan kufur dan congkak, "Suruhlah yang separuh itu kembali bersatu dengan separuh yang lainnya seperti sedia kala". Lalu beliau memerin-tahkannya dan pohon itu pun kembali. Lalu aku berkata, "Ti-ada tuhan selain Allah, sesungguhnya aku yang pertama kali beriman kepadamu, ya Rasu-lullah, dan yang pertama kali mengakui bahwa pohon itu telah melakukan apa yang telah dilakukannya dengan perintah Allah Yang Mahamulia, sebagai bukti atas kenabianmu dan sebagai penghormatan atas kalimatmu". Namun mereka semua berkata, "Tidak, dia adalah penyihir dan pembohong. Sihir yang menakjubkan mudah baginya. Tidak ada yang mempercayaimu dalam perkaramu ini kecuali orang seperti ini". (sambil menunjukku).

Sungguh aku termasuk orang-orang yang tidak mempedulikan ejekan orang yang mengejek dalam jalan Allah. Wajah mereka adalah wajah orang-orang benar dan ucapan mereka adalah ucapan orang-orang yang bijak. Mereka penghidup malam dan mercu suar si-ang. Mereka berpegang teguh pada tali al-Qur-an dan menghidupkan sunnah-sunnah Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak sombong dan tidak angkuh. Mereka tidak berbuat keja-hatan dan kerusakan. Hati mereka di surga sedang tubuh mereka sibuk beramal". (Nahj al-Balaghah, khutbah al-Qâsi’ah)


Sumber: AkalBudiIslam
Share this article :

13 komentar:

  1. kafir itu orang yg tidak mempunyai agama. bukan kafir yg beragama .
    camkan itu admin blog ! kafir iru menyembah berhala atau mempercayai animisme, dinamisme... bukan yg beragama itu kafir. agama islam, kristen, budha , hindu itu adalah agama. dan yg beragama bukan orang kafir. dan yg kafir itu tidak punya agama. pahami donk .

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ Rahiang.... kaya'nya anda harus belajar lagi sama Pak Ustad.

      Hapus
    2. seharusnya anda yg harus belajar. pemahaman anda belum sampai.
      ingat bahwa agama itu ada dua. yg pertama agama ardli dan agama samawi. agama ardli agama langit dan agama samawi adalah agama bumi. anda kalau komentar atau memberi pernyataan jangan cuma kayaknya.. di sini bukan main-main kalau bicara soal agama .

      Hapus
    3. Oii admin sok tau, sebelum kasih penjelasn coba baca dulu yg benar apa yg anda tulis... Anda siapa juga? Orang pnting yg berpengaruh utk dunia??? Orang yg hebat dri anda aja msih bisa berpikir jernih dan gk brani ngomong sembarangan
      Ngaca dulu donk loooo

      Hapus
    4. islam sulit menerima fakta, islam dkatakan teroris sepoerti abu bakar baasir, imam samudra, dr ashari dan nirdin top dibilang itu oknum, aisyah 6 tahun disodok muhamad muhammad pedopil dibilang fitnah ata musuh islam, muhammad pemerkosa, muhammad adlaah pembunuh dibilang dijolimi, muhamamd banyak istri dibilang itu halal katan allah swt, muhammad ngerapok itu katanya musuh islam, islam tidak bisa menerima fakta

      Hapus
  2. Bukan Yahudi kalau tak pandai fitnah.
    Sejak jaman lahirnya Islam yahudi mmg gak suka. Jadi sy gak heran kalau hingga kini manusia yg paling pandai fitnah dan adu domba adalah kaum Yahudi.

    Teruslah bangga dengan fitnah hujat dan pecah belahmu hai umat Yahudi/Kristen..., lanjutkan misi kalian dengan pahat mata kayumu mengukir di hamparan baja... jangan pedulikan kesia siaanmu. Maju terus...! Yakinlah iblis kan selalu menyertaimu dan menjadikan teman di dasar neraka jahanam...!!

    Selamat Atas Usahamu Yang Selalu Sia sia...

    BalasHapus
  3. Setiap orang berhak memilih dan menilai dan memberi kriteria, agama apa yang mau di yakininya. Tapi jikalau ada agama yang kitab sucinya mengajarkan dan memerintahkan umatnya untuk menuduh, membenci, mengutuk, dan memerangi umat agama lain, hanya karena Tuhannya minta di sembah dan nabinya minta di akui dengan berbagai alasan, itu mah ajaran TOLOL dan SESAT... apapun alasannya, sadar tidak sadar ajaran tersebut sudah melanggar Moral, etika, adab dan kewarasan.

    Sepengetahuan saya, di hadapan Tuhan Sejati setiap manusia itu sama saja, Tuhan Sejati tidak melihat SARA, makanya setiap manusia di beri anugerah yang tidak ternilai yaitu HATI NURANI sebagai barometer pasti dalam kehidupan untuk menilai dan mencapai KEBAJIKAN yang ujungnya mengarah kepada Tuhan Sejati. oleh karena itu ajaran seperti yang saya sebutkan di atas, selain melanggar Moral, Etika, Adab dan Kewarasan, juga telah melanggar Hati Nurani setiap manusia. Kalau manusia sudah kehilangan Hati Nurani yang tak ternilai harganya tersebut, maka hidup manusia tersebut sama juga seperti zombie.

    Apapun alasannya, agama itu tidak boleh di tegakkan dan di sebarkan dengan cara perang dan pembunuhan, melainkan idealnya seperti apa yang di katakan oleh Isa Almasihu bahwa " seluruh inti ajaran Taurat atau kegenapan Taurat adalah Kasih " sebab agama Tuhan sejati adalah total bersifat rohani dan tidak boleh di campur dengan hal duniawi.. kalau di campur, maka itu bukan agama dari Tuhan sejati, tetapi dari napsu keserakahan dan kebencian manusia semata yang telah di hasut oleh Sang Pendusta (Iblis).

    BalasHapus
  4. Artikel ini fitnah atau benar ya???

    Arti FITNAH dari kamus indonesia:

    fit·nah n perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yg disebarkan dng maksud menjelekkan orang (spt menodai nama baik, merugikan kehormatan orang): -- adalah perbuatan yg tidak terpuji;
    mem·fit·nah v menjelekkan nama orang (menodai nama baik, merugikan kehormatan, dsb)

    Arti KEBENARAN dari kamus indonesia:

    Ke be na ran :,keadaan ( 1 keadaan (hal dsb) yg cocok dng keadaan (hal) yg sesungguhnya: kita harus berani mempertahankan .

    Pelajari tuh arti "fitnah dan kebenaran" !!!

    Ada 2 pilihan:
    1. Selidikii kitab suci sendiri, renungkan dan jawab pake hati nurani!!! Atau
    2. Kamus bahasa indonesia itu SALAH

    BalasHapus
  5. MENURUT AKU BEGINI :
    KITA PASTI MENYAKINI BAHWA DUNIA INI HARUS MENGANDUNG DUALISME, YAITU JAHAT DAN BAIK, BENAR DAN SALAH, KASIH DAN BENCI. ISLAM MEMANG HARUS ADA DI DUNIA INI SEMATA-MATA AGAR DUNIA INI BERPUTAR DAN BERPROSES UNTUK MEMENUHI DUALISME DASAR DUNIA, KALAU TIDAK DUNIA INI BISA BERHENTI. MENGAPA AKU KATAKAN BEGITU : ANDAIKATA SAJA ISLAM TIDAK MUNCUL DAN HANYA ADA AGAMA YUDAISME, HINDU, BUDDHA, TAOISME, KONG HU CU DAN KRISTEN, BUKANKAH DUNIA INI AKAN HANYA ADA KEBAIKAN SAJA, KEBENARAN SAJA, DAN KASIH SAJA, MAKA DUNIA INI AKAN TAMAT, MAKA MAU TIDAK MAU ISLAM HARUS MUNCUL SEBAGAI BAGIAN DARI YANG MENGAJARKAN KEBENCIAN DAN KEJAHATAN SEPERTI YANG DI CONTOHKAN NABINYA DAN TERTULIS DI KITABNYA AGAR DUNIA INI BERPUTAR TERUS.
    SETUJU NGA ? SETUJU TIDAK SETUJU, MEMANG SUDAH DEMIKIANLAH HARUS TERJADI. WALAUPUN BEGITU, MANUSIA TETAP DI BERI KEBEBASAN MEMILIH DI ANTARA DUA, SESAT ATAU LURUS,

    BalasHapus

  6. B O dan T O L
    .

    BOTOL, hai krisetan, perayaan natal itu bukan ritual MUSLIM dan TIDAK PERLU ucapkan selamat pada kami atau sebaliknya karena itu adalah tradisi penyembah berhala paganis warisan Babilonia kuno ribuan tahun yang lalu
    BOTOL, yesus memang TIDAK lahir pada 25 desember, dan dipertegas oleh paus Benediktus bahwa itu memang keliru, sudah terlanjur kaya gitu tapi gengsi dan malu
    BOTOL, 25 desember itu adalah kelahiran Dewa Matahari MITRA, yang diadopsi umat kristen yaitu dan berasal dari PAGAN PERSIA
    BOTOL, kalian krisetan peringati natal padahal umat ADVENT, MORMON, KOPTIK dan YEHOVA, itu oleh mereka pesta yang tidak pernah dijadwal
    BOTOL, kalian pesta natal, padahal itu BUKAN HARI KELAHIRAN yesus yang benar dan itu semua memang tidak akan pernah bisa masuk akal
    BOTOL, umat kristen bilang walaupun SALAH TANGGAL, malah mereka terus ngeyel berkoar, skarang jawab kalian yang penting pesta natal walau tidak legal
    BOBOL, semuanya dipaksakan demi KRISETANISASI, padahal entelektuil tahu bahwa campur tangan penguasa gereja yang mengotori BIBLE banyak dikritisi
    BOTOL, yesus di SUNAT tapi kalian lelaki kristen TIDAK, padahal itu suatu keharusan, karena PAULUS yang melanggar hukum taurat sebagai aturan
    BOTOL, karena kalian kegereja bukan sabtu dihari SABBATH SABTU menurut hukum taurat tapi malah jadi hari MINGGU, karena paulus yang tidak mau . BOTOL, yesus itu cuma nabi, manusia UTUSAN dan dia secara letterlijk TIDAK PERNAH sama sekali menyebut dirinya minta disembah sebagai tuhan beneran
    BOTOL, yesus tidak hidup bermewah MEWAH, kalian malah ber hura hura .. wah !
    BOTOL, yesus TIDAK membatalkan HUKUM TAURAT malah bikin akurat, tapi justru paulus katanya hebat, malah merusaknya sampai bible sekarat
    BOTOL, yesus TIDAK PERNAH mengajarkan DOSA WARIS yaitu dosa adam yg harus ditebus, tapi PAULUS malah yang bikin mulus
    BOTOL, yesus ajarkan wudhu, berdoa, sujud, zakat dan PUASA, tapi paulus suruh NYANYI jingkrak jingkrak pakai musik buat kalian para domba, digereja
    BOTOL, yesus tidak melarang hukum PANCUNG dan RAJAM, nah karena masuknya surat dari PAULUS didalam bible malah sekarang jadi ditentang
    BOTOL, yesus mati di KAFANI kain lena oleh murid2nya yang asli, tapi kenapa krisetan kalau mati, justru dihiasi dengan PAKAIAN PENGANTIN biar aksi
    BOTOL, paulus MEMANIPULASI ajaran yesus, penguasa tahu itu kasus, biar bagus buat paulus waktu itu akhirnya kepalanya dipenggal sampai mampus
    BOTOL, yesus melarang makan DARAH, BABI dan MINUMAN KERAS, justru paulus malahan membolehkannya dengan tegas, jadi gimana sekarang yah !
    BOTOL, trinitas itu CONTEKAN Hymne PLATO dari Philo yang di ADOPSI penulis yohanes , terus disisipkan dalam bible biar kelihatan pantes, walau palsu gitu lho
    BOTOL, maka dari itu hai kalian kristenen jangan suka maksa maksa melakukan expansi pakai supermie, sekarang umat islam yang beriman sudah mulai grogi !
    BOTOL, mestinya kristenen berdoa dalam gereja dengan ruku, bersujud dengan khusyu, tapi malah nyanyi bersama walau dalam bible tidak ada hukumnya BOTOL, ternyata DOA BAPA KAMI yang diklaim sebagai sabda Yesus, ternyata doa sisipan (INSERSI) jadi namanya DOA PALSU bukan bikinan Yesus tapi yang mengkreasikan adalah para penulis bible, meniru tradisi agama di Mesir - kepada Osiris-Amon, dewa Mesir Kuno, dan juga ini dijumpai dalam liturgi FARISI - Yahudi
    BOTOL, kalian suka gembar gembor menghina Muhammad 50 tahun menikahi gadis Aisyah yg katanya masih dibawah umur, padahal YOSEF ato YUSUF si tukang kayu ketika menikahi MARIA yg waktu itu berumur 12-14 tahun, Yosef sudah berumur 90 (sembilan puluh) TAHUN, jadi menurut kalian yang PEDOFIL itu sebenarnya Muhammad ato YOSEF alias Yusuf suami Maria


    BalasHapus
  7. Pengisi blok ini utusan iblis ya ? smpai segitux plesetin Islam. SEMANGAT BRO !!! NERAKA MASIH MUAT KOK .... :'D

    BalasHapus
  8. Gw mah malu klo jadi ni admin, kenyataannya yang paling banyak menghujat tuhannya adalah bangsa yahudi, seorang pendeta kristen aja diludahin ama bangsa yahudi, eh malah dibilang sodara, otaknya emang yahudi kalian cuma di jadiin budak ama orang israel, mana harga diri?????

    BalasHapus

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger