Headlines News :
Home » , , » Mubahalah, bukti Muhammad bukan Utusan Tuhan

Mubahalah, bukti Muhammad bukan Utusan Tuhan

Written By Islam Dalam Fakta on Selasa, 01 Januari 2013 | 00.15

Muslim bangga, karena nabinya yang sinting itu menantang adu kutuk. 
Muslim mengira, mubahala dapat membuktikan kenabian Muhammad. 

Padahal.... 
justru sebaliknya...! 

Adu kutuk adalah cara setan. Tidak ada orang yang suka mengutuk mendapat pujian dari Tuhan sebagai orang baik, apalagi sampai menjadikannya nabi. 

Muhammad suka mengutuk dan menyumpah serapah karena Muhammad bukan orang baik. 

Muhammad tidak mengerti apa itu definisi "BAIK". 
Muhammad tidak mengerti bagaimana cara berbuat baik. 

Ayub, seorang yang saleh, tercatat dalam buku sejarah ia mengatakan: 

Ayub 31:29-30 
"Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka —aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa, menuntut nyawanya dengan mengucapkan sumpah serapah! —" 

Ini adalah satu contoh seorang nabi yang mengerti bagaimana caranya berbuat baik. 

Kalau kamu punya Bibel, silakan kamu baca keseluruhan ayat mulai dari ayat 1 sampai ayat 40 dalam pasal 31 Kitab Ayub. Dalam satu pasal itu kamu akan tahu bahwa seorang Ayub mengerti apa itu arti sejati dari BAIK. 

Nah, cocokkan BAIK menurut Ayub itu dengan "baik" menurut Muhammad. 

Sudahkah nabi kebanggaanmu itu melaksanakan semua hal-hal baik seperti yang dipahami oleh Ayub? Ataukah justru Muhammad malah melanggarnya? 

Kembali ke masalah Mubahala. 

Mubahala tidak membuktikan kenabian Muhammad, justru membuktikan kepalsuan Muhammad. 

Ini ibaratnya kamu mencuri dompet seseorang, kemudian kamu berseru-seru kepada orang-orang: "Saya tidak mencuri! Saya tidak mencuri!" sambil mengacung-ngacungkan dompet curian itu. 

Betapa GOBLOKnya Muhammad..... 

Dengan Mubahala, semakin membuktikan kepada kita kalau Muhammad itu orang jahat. 

Tidak usah jauh-jauh, bandingkan dengan Ayub, Muhammad tidak ada seujung kukunya, baik dalam hal hikmat pengetahuannya tentang apa itu KEBAIKAN maupun dalam hal pengetahuannya akan Tuhan. 

Untuk kamu renungkan: 
Bagaimana seorang yang tidak mengerti cara berbuat baik, bisa mengaku-ngaku nabi utusan Tuhan? 

Padahal nabi-nabi asli semuanya tahu apa itu BAIK dan mengerti bagaimana cara menerapkannya dalam hidupnya. 
====================================== 

Untuk membantu Anda memahami makna kata BAIK menurut nabi asli, Ayub, saya akan kutipkan seluruh ayat dalam pasal 31 kitab Ayub di bawah ini. 

Semoga hatimu tersentuh dan menjadi mengerti, kalau dalam Islam, tidak ada kebaikan. Dan terlebih lagi, ketahuilah, Muhammad melanggar prinsip-prinsip KEBAIKAN yang dianut nabi-nabi asli. 

AYUB 31: 

1 Dengan sumpah aku telah berjanji gadis muda tak akan kupandang dengan berahi. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si penipu itu. 

2 Apakah yang dilakukan Allah terhadap kita? Bagaimanakah dibalas-Nya perbuatan manusia? 
3 Celaka dan kemalangan pasti Ia datangkan kepada orang yang melakukan kejahatan! 
4 Allah pasti mengetahui segala perbuatanku; dilihat-Nya segala langkahku. 
5 Aku bersumpah bahwa belum pernah aku bertindak curang; belum pernah pula aku menipu orang. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si penipu itu. 

6 Biarlah Allah menimbang aku di atas neraca yang sah, maka Ia akan tahu bahwa aku tidak bersalah. 
7 Andaikata aku telah menyimpang dari jalan yang benar, atau hatiku tertarik oleh hal yang cemar, jika tanganku ternoda oleh dosa, 
8 maka biarlah orang lain makan apa yang kutabur, dan seluruh hasil bumiku hancur. 
9 Seandainya pernah aku tertarik kepada istri tetanggaku, dan dengan sembunyi, kuintip dia di balik pintu, 
10 maka biarlah istriku memasak untuk orang lain; biarlah di ranjang lelaki lain ia berbaring. 
11 Jika dosa yang keji itu memang kulakukan, aku patut menerima hukuman. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si penipu itu. 

12 Dosa itu membinasakan seperti api neraka, segala yang kumiliki habis dibakarnya. 
13 Ketika hambaku mengeluh karena haknya kusalahi, kudengarkan dia dan kuperlakukan dengan tulus hati. 
14 Jika tidak, bagaimana harus kuhadapi Allahku? Apa jawabku pada waktu Ia datang menghakimi aku? 
15 Bukankah Allah yang menciptakan aku, menciptakan juga hamba-hambaku itu? 
16 Belum pernah aku tak mau menolong orang yang papa, atau membiarkan para janda hidup berputus asa. 
17 Belum pernah kubiarkan yatim piatu kelaparan, sedangkan aku sendiri cukup makanan. 
18 Sejak kecil mereka kupelihara; seumur hidupku kubimbing mereka. 
19 Jika kulihat orang yang berkekurangan, terlalu miskin untuk membeli pakaian, 
20 kuhangatkan dia dengan kain wol dari dombaku sendiri, maka ia akan memuji aku dengan segenap hati. 
21 Sekiranya pernah aku menindas yatim piatu, sebab yakin akan menang perkaraku, 
22 maka biarlah patah kedua lenganku sehingga terpisah dari bahuku. 
23 Tak akan aku berbuat begitu, sebab hukuman Allah sangat mengecutkan hatiku. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si penipu itu. Bukannya dia menolong orang, justru dia banyak membuat wanita menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim. 

24 Tidak pernah aku mengandalkan hartaku, 
25 atau membanggakan kekayaanku. 
26 Tak pernah kusembah mentari yang bersinar cerah ataupun bulan yang bercahaya indah. 
27 Tak pernah aku terpikat olehnya, atau kukecup tanganku untuk menghormatinya. 
28 Dosa semacam itu patut mendapat hukuman mati; karena Allah Yang Mahakuasa telah diingkari. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si raja garong itu. 

29 Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku, dan bersorak-sorai, bila ia ditimpa malapetaka 
30 —aku takkan membiarkan mulutku berbuat dosa, menuntut nyawanya dengan mengucapkan sumpah serapah! — 

-- Bandingkan dengan Muhammad si raja kutuk dan pelaknat, yang mulutnya penuh dengan sumpah-sumpah serapah. 

31 Orang-orang yang bekerja padaku tahu, bahwa siapa saja kujamu di rumahku. 
32 Rumahku terbuka bagi orang yang bepergian; tak pernah kubiarkan mereka bermalam di jalan. 
33 Orang lain menyembunyikan dosanya, tetapi aku tak pernah berbuat seperti mereka. 
34 Pendapat umum tidak kutakuti, dan penghinaan orang, aku tak perduli. Tak pernah aku tinggal di rumah atau diam saja, hanya karena takut akan dihina. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si pengecut itu. Terhadap puisi saja dia takutnya setengah mati dan melampiaskan dendamnya dengan teramat keji. 

35 Tiadakah orang yang mau mendengarkan kata-kataku? Ku bersumpah bahwa benarlah semuanya itu. Kiranya Yang Mahakuasa menjawab aku. Seandainya tuduhan musuh terhadap aku ditulis semua sehingga terlihat olehku, 
36 maka dengan bangga akan kupasang pada bahu, dan sebagai mahkota kulekatkan di kepalaku. 
37 Akan kuberitahukan kepada Allah segala yang kubuat; akan kuhadapi Dia dengan bangga dan kepala terangkat. 
38 Seandainya tanah yang kubajak telah kucuri, dan kurampas dari pemiliknya yang sejati, 
39 seandainya hasilnya habis kumakan, dan petani yang menanamnya kubiarkan kelaparan, 
40 biarlah bukan jelai dan gandum yang tumbuh di ladang, melainkan semak berduri dan rumput ilalang." Sekianlah kata-kata Ayub. 

-- Bandingkan dengan Muhammad si raja garong itu. 

Sekian, semoga bisa menjadi bahan renungan bagimu.
Share this article :

6 komentar:

  1. Nggk perlu njlimet ngalor ngidul. Sakit ati ya dedengkot lo pd ngerut ndk sebesar bacotnyA ktka d ajk mubahalah. Bilng aja dulu mrk ragu bnr nggak yA Muhammad itu rosulullah. Jangn 2 bnr x... mending kita nyerh aja deh. E..e sekrg generasinya bru u juk gigi. Udh lh bung lu pikir dg menulis ginian nambah nilai lu d hadapan Allah. Palingjuga kiamat ntr d usir ama yg lu pertuhankan slm ini. "Enyah lah engkau aku tidak mengenalmu..." kesian amat

    BalasHapus
  2. Eh kw brni menghina nabi muhammad insya allah alllah akan membalas mu wahai kafir
    ,
    ktahuilah kafir di dlm injilmu trdpt akan lhir nabi pemhabisan / terakhir yaitu muhammmad
    dan injil yg di temukan di turki yg sudh berumur lebih kurang 1500 tahun sudah terpecahkan yg menyataakan nabi muhammad benar dan al quran kitab penyempurna bagi seluruh kitab

    dan ketahuilah KAFIR
    kitab yg sering kalian baca adalah kitab yg sudah di ubah oleh paulus
    jika kalian pintar kalian bisa mencari kitab injil yg dulu sma yg sekarang psti sangt jauh berbeda

    dan kitab injil yg di temukan di turki menyatakan nabi isa tidak di salib tetapi diangkat oleh allah dan yg disalib adlh yudas
    bahkan msih bnyk lagi

    jadi anda KAFIR jgn anda pikir anda mencemohkan nabi muhammad anda menang tetapi anda akan mengalami kekalahan yg sangat mendalam

    ingt itu KAFIR LAKNATULLAH

    BalasHapus
  3. kitab yg lebih dulu ada.trus alkuran di banding bandingkan dengan alkitab.trus alkuran cerit tentang adam dan hawa,logikanya..si alkuran nyontek dari alkitab.gak mungkin alkitab yg lebih tua nyontek dari alkuran yg baru ada.dan yg paling lucu yg muslim membandingkan alkuran dengan alkitab,ya kaga logika.ibarat guru dan murid,simurid dapat ilmu dari si guru,masa si murid jadi ngajari guru,murid durhaka namanya itu.[ingat iblis akan selalu berusaha menipu manusia,berhati hatilah,cuma yesus jalan keselamatan.]

    BalasHapus
  4. kl baca sejarah ndak sampe abis ya kaya yg punya blog ini,coba tanya sama uskup diroma duluan mana kristen ada atau nabi Isa yg ada duluan.mengenai sumpah mubahalah yang mengajak duluan untuk bersumpah adalah kaum najran/nasrani bukan nabi Muhammad yg mengajak.sesungguhnya ajab Allah tdk akan lepas dari kalian selama kalian menyembah hamba Allah dan tdk mengakui nabi Muhammad SAW.wassalam.....

    BalasHapus
  5. Jika Yesus itu adalah Tuhan. Coba sebutkan di mna letaknya yesus itu Tuhan. Yesus diangkat jadi Tuhan oleh bangsa romawi. Jika Yesus Tuhan! Dia mati di kayu salib trus siapa yg menata alam semesta klo Tuhan mati?

    BalasHapus
  6. Jika Yesus itu adalah Tuhan. Coba sebutkan di mna letaknya yesus itu Tuhan. Yesus diangkat jadi Tuhan oleh bangsa romawi. Jika Yesus Tuhan! Dia mati di kayu salib trus siapa yg menata alam semesta klo Tuhan mati?

    BalasHapus

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger