Headlines News :
Home » , , , , » Ide Muhammad Mencari Nafkah Dengan Cara Merampok

Ide Muhammad Mencari Nafkah Dengan Cara Merampok

Written By Islam Dalam Fakta on Selasa, 01 Januari 2013 | 00.54

Ide ini berasal dari orang-orang Anshar.

Orang-orang Anshar adalah para perampas kekayaan orang Yahudi di Medinah:

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 176

    Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari beberapa orang dari kaumnya yang berkata, "Sesungguhnya di antara sebab yang membuat kami masuk Islam selain rahmat Allah dan petunjuk-Nya ialah bahwa kami mendengar beberapa orang Yahudi. 

    Kami adalah orang-orang musyirikin, dan penyembah patung-patung, sedang mereka adalah ahli kitab. Mereka mempunyai ilmu yang tidak kami ketahui. Konflik terus meledak di antara kami dengan mereka. Jika kami mendapatkan dari mereka apa yang tidak disukai, mereka berkata kepada kami: 'Sesungguhnya sekarang telah dekat kemunculan seorang nabi. Kelak bersama nabi tersebut, kami akan membunuh kalian seperti pembunuhan terhadap Ad dan Iram."

    Kami seringkali mendengar ucapan tersebut dari mereka. Ketika Allah Taala mengutus rasul-Nya, kami langsung menjawab seruannya ketika ia menyeru kepada Allah. Kami mengetahui ancaman yang diberikan orang-orang Yahudi kepada kami, jadi kami segera menghadap kepada nabi tersebut, kemudian beriman kepada beliau sedangkan mereka (orang Yahudi) kafir.

Perhatikan kalimat: kami mendapatkan dari mereka apa yang tidak disukai
Kata-kata ini tampaknya telah diperhalus untuk menghilangkan makna sebenarnya.

Jelas, apa yang mereka ambil dari kaum Yahudi itu menimbulkan konflik serius, sehingga membuat kaum Yahudi marah dan mengancam akan membunuh mereka bila "sang nabi" yang dijanjikan itu datang.

Dengan demikian, tidak salah penuturan Dr Ali Sina bahwa suku-suku Arab Baduin di Medinah adalah orang-orang berperilaku buruk yang suka merampas harta benda kaum Yahudi Medinah.

Setelah Muhammad bergaul dengan orang-orang Anshar di Medinah selama setahun, dia merubah cara hidupnya. Dia tidak lagi ingin bekerja sebagai pedagang sebagaimana yang dilakoninya sewaktu di Mekkah, tapi ingin mencari nafkah dengan cara merampok atau merampas harta benda orang lain. Target mula-mula adalah karavan dagang Quraish yang melintasi jalur-jalur umum.

Ini sebuah ironi. Bukannya Muhammad yang mengubah jalan hidup orang-orang Anshar tersebut, malah Muhammad "sang nabi" yang terpengaruh oleh tabiat buruk para pengikutnya.

Dan ini pengakuan langsung dari bibir Muhammad, bahwa dia mencari nafkah dengan cara MERAMPOK:

Hadist Sahih Bukhari no. 88
    Dikisahkan oleh Ibn 'Umar bahwa sang Nabi SAW berkata, "Mata pencaharianku berada di bawah bayang² tombakku, (1) dan orang yang tidak taat perintahku akan dihina dengan bayar Jizya." (2) 

    (1) "Di bawah bayang² tombakku" berarti "dari jarahan perang"
    (2) Jizya → pungutan uang paksa terhadap kafir Kristen, Yahudi, yang menolak Islam.

Penjelasan lebih lanjut mengenai nafkah hidup Muhammad dan para pengikutnya setelah tinggal di antara orang-orang Anshar Medinah, dapat dibaca di topik terpisah:
Sumber Nafkah Muhammad dan Umat Muslim

Sumber : Mengenal Islam
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger