Headlines News :
Home » , , » Kesalahan Islam dalam pemberian gelar "NABI"

Kesalahan Islam dalam pemberian gelar "NABI"

Written By Islam Dalam Fakta on Selasa, 25 Desember 2012 | 19.00

Ada beberapa hal selalu membuat saya tergelitik akan teori2 ke-Islaman, salah satunya adalah cara Islam memberi gelar ke-Nabian kepada tokoh-tokoh besar Yahudi.

Dalam laman ini saya akan ajak anda untuk melihat lebih gamblang mengenai Islam yang salah dalam menelaah arti kenabian.

Etimologi.

Nabi/Prophet/נביא - NAVI' , berasal dari kata yang adalah kata akar yang berarti mengalir seperti mata air. Seorang yang diberi gelar nabi (Ibrani, נביא - NAVI') maka akan digelari juga sebagai "pelihat" (Ibrani, הראה - HARO'EH). 

Haro'eh berasal dari kata ראה - RA'AH yang berarti melihat, jadi הראה - HARO'EH dapat diterjemahkan dengan pelihat. Salah satu tokoh Israel yaitu Samuel menyatakan dirinya sebagai הראה - HARO'EH, dimana Samuel pun adalah seorang hakim pada saat itu.

"I am the seer," Samuel replied. "Go up ahead of me to the high place, for today you are to eat with me, and in the morning I will let you go and will tell you all that is in your heart.1 Samuel 9:19 New International Version 1984.

Beberapa pemahaman Yahudi lain yang menyatakan ada empat nabi besar yaitu Isaiah, Jeremiah, Ezekiel, dan Daniel. Namun para teolog sepakat bahwa tradisi kenabian dimulai sejak masa Yosua yang muncul sebagai pengganti Musa dan yang memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian (Kana'an). Selain itu ada juga kelompok nabi-nabi terkenal lainnya seperti Nathan, Elijah, dan Elisa Setelah itu muncul lah Nabi-nabi lain yaitu Hosea, Joel, Amos, Obadiah, Jonah, Micah, Nahum, Habakkuk, Zephaniah, Haggai, Zechariah, dan Malachi.

Dalam daftar nabi-nabi di atas, dapat disimpukan bahwa Nabi-nabi yang sesungguhnya sebagian besar adalah KETURUNAN LEWI yaitu salah satu suku dari ke-12 suku Israel dan tidak tidak sembarangan dalam mengukuhkan gelar kenabian tokoh-tokoh tersebut. Berikut saya upload simbol suku Lewi.

Yang membuat saya heran adalah, mengapa Adam, Nuh, dan Abraham mereka sebut Nabi? Termasuk Muhhamad yang notabene nya adalah orang arab?? Sangat ironi sekali.

Daftar di atas sangat kuat bukti sejarahnya dan tersimpan rapih di Jerusalem yang notabene nya adalah tempat suci Umat Yahudi dan dan yang menguatkannya lagi para Nabi di atas adalah nenek moyang asli orang Israel, yang di claim oleh bangsa arab sebagai nabi mereka.

Salam Al_Qirun


Sumber : Faithfreedom
Share this article :

5 komentar:

  1. I claim to refute the concept of 'not limited' and 'almighty' that exist in religion and philosophy once associated with space and learning, and good luck and others.
    http://happenfuturekritikmaha.blogspot.com/2013/02/critique-of-concept-of-infinite-on.html
    aku mengklaim dapat membantah konsep 'maha' dan 'tak terbatas' yang ada pada agama dan filsafat setelah dihubungkan dengan ruang dan proses belajar dan keberuntungan dan lain-lain.
    baca di, read on
    http://happenfuturekritikmaha.blogspot.com/2013/02/kritik-terhadap-konsep-maha-pada-agama.html

    BalasHapus
  2. https://www.youtube.com/watch?v=YAWWWV3dVPE

    BalasHapus
  3. Astagfirullah , Semoga Yang Ngepost in ini Diberi petunjuk oleh allah swt.

    BalasHapus
  4. Astagfirullah , Semoga Yang Ngepost in ini Diberi petunjuk oleh allah swt.

    BalasHapus
  5. Nabi (نبي) memang berarti pelihat, maksudnya melihat sesuatu yg tidak bisa dilihat oleh orang lain, sesuatu itu adalah wahyu.

    Rausul (رسول) betarti utusan. Rasul diutus oleh Tuhan untuk untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya.

    Setiap Rasul (orang yg menyampaikan wahyu) adalah Nabi (orang yg menerima wahyu), Tapi Nabi belum tentu Rasul.

    Nabi Adam jelas menerima wahyu dr Tuhan dan disampaikannya wahyu tersebut kepada keturunan2nya.
    Nabi, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Lut, Ismail, Ishac, Ya'kub, dst sampai Nabi Muhammad (nabi skaligus rasul terakhir) adalah beberapa Raasul yg disebutkan namanya, tapi ada banyak rasul2 yg memang alqur'an tidak menybutkannya, dan ada lebih banyak jumlah nabi yg juga tidak disebutkan. (ini karna AlQuran bukanlah kitab sejarah, tapi alquran menceritakan beberapa kisah2 umat terdahulu agar bisa diambil pelajaran darinya)

    Intinya: Saya sbg umat Islam mengimani kitab2 yg diturunkan kepada nabi Ibrahim, Musa (taurat), Dawud (zabur), isa (injil), & Muhammad (al-Quran).

    & di dalam AlQuran terdapat isi kandungan2 kitab2 terdahulu.

    Keika sy membaca AlKitab org nasrani&yahudi, sy memang masih merasakan beberapa kebenaran yg terkandung di dalamnya. Tapi ada banyak juga yg sudah tidak sesuai, diganti/dihilangkan (mungkin karna di AlKitab isinya bercampur antara risalah (wahyu) & cerita2 sejarah yg sebagian dikarang oleh orang2 terdahulu pd masa yg berbeda-beda & menurut sudut pandang mereka masing2. Di sini, fungsi Alquran adalah membenarkan yg sudah benar & meluruskan ajaran yg telah melenceng dr ajaran awal.

    Kenapa AlQuran turun di Arab salah satu alasannya karena bangsa Israel telah banyak mengubah isi AlKitab. Maka, Alquran pun diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Tapi, karna beliu sendiri tidak pandai baca tulis, maka AlQuran diturunkan kepada beliau secara bertahap dgn cara menghafal (yg dibacakan oleh Jibril).

    Kenapa Allah memilih Muhammad (yg tidak pandai baca tulis) sbg penerima AlQuan? Itu untuk bukti bahwa isi ayat AlQuran bukanlah ciptaan manusia. Bahkan Allah menantang seluruh kaum Jin & manusia bersatu untuk membuat 1 surat yg semisal dgn AlQuran, dan sampai sekarang pun terlihat tidak ada yg bisa membuat yg semisal (bahkan yg semisal dgn surat terpendek dr AlQuran yg hanya terdiri dr 3 ayat pun mereka tak akan bisa).

    Karna Nabi muhammad tak pandai baca tulis, beliau belum pernah membaca kitab2 terdahulu, dan ini menjadi bukti bahwa AlQuran bukanlah karangan Muhammad, dan bukan jiplakan dr Alkitab2 terdahulu.

    Akhir kata, semoga saya & umat2 muslim yg lainnya tidak termasuk orang2 yg mencela agama2/tuhan2 orang non Islam. Disini kewajiban saya hanya menyanpaikan kebenaran islam, bukan berdebat. Untukku agamaku, untukmu agamamu.

    BalasHapus

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger