Headlines News :
Home » , » Apakah Muhammad Menjadikan Hawa Nafsu Sebagai Tuhannya?

Apakah Muhammad Menjadikan Hawa Nafsu Sebagai Tuhannya?

Written By Islam Dalam Fakta on Minggu, 06 Januari 2013 | 23.20

QS 25:43-44 Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

Dalam ucapannya, Muhammad menjelaskan bahwa orang yang menuhankan hawa nafsu adalah seperti binatang ternak, bahkan lebih buruk daripada binatang ternak.
Persoalannya, siapakah orang yang dimaksud?

Kita jangan lupa dengan trik kanak-kanak yang sudah lazim Muhammad lakukan, yaitu intrik maling teriak maling. Dia menuduh lebih dulu, untuk menutupi perbuatannya sendiri. Dia melontarkan tuduhan lebih dulu, agar dirinya tidak dituduh melakukan hal serupa. Hal itu sudah pernah saya contohkan dalam satu topik mengenai tuduhan "Mengarang kitab". Bisa dibaca di sini:

Kali ini, kita akan membahas mengenai tuduhannya yang lain, yang justru mengarahkan tuduhan itu kepada dirinya sendiri sebagaimana yang sudah-sudah, yaitu Muhammad-lah orang yang telah menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya. Ada 3 kategori hawa nafsu yang telah dijadikan "tuhan" baginya, yaitu hawa nafsu seks, hawa nafsu keserakahan, dan hawa nafsu angkara murka.

Mari kita simak beberapa contoh kisah hidupnya.

Hawa nafsu seks di atas segala-galanya

Moral dan etika diabaikan, demi memuaskan hawa nafsu seksnya. Pada waktu Aisyah berumur 6 tahun, Muhammad yg sudah berumur 53 tahun itu melamarnya dan ingin menikmati vagina anak kecil yang menurutnya lebih nikmat daripada vagina orang dewasa. Abu Bakar sang ayah melarangnya, dan baru mengijinkan Muhammad menikmati tubuh Aisyah setelah Aisyah berumur 9 tahun. Inilah yang Muhammad katakan tentang Aisyah:

    Sahih Bukhari. Volume 4, Book 55, Number 623: 
    Diceritakan oleh Abu Musa:
    Rasul Allah berkata, "Banyak di antara para pria mencapai tingkat kesempurnaan tetapi tidak ada di antara para wanita yang mencapai tingkat kesempurnaan kecuali Aisyah, istri Firaun, dan Maria putri Imran. Dan tidak disangkal lagi, kelebihan Aisyah dibandingkan wanita lain adalah seperti nikmatnya Tharid (roti isi daging) dibandingkan dengan makanan lain."

Ini pengakuan Aisyah tentang apa yang diperbuat Muhammad kepadanya:

    Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64 
    Diriwayatkan oleh Aisha:
    bahwa Nabi menikahinya ketika dia berumur enam tahun dan menyetubuhinya ketika dia berumur sembilan tahun, dan dia tinggal bersamanya selama sembilan tahun (yaitu hingga dia mati).

Dari riwayat lain:

    Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236. 
    Diriwayatkan oleh ayah Hisham:
    Khadija mati tiga tahun sebelum Nabi pindah ke Medina. Dia tinggal di sana selama kira-kira dua tahun, lalu menikah dengan Aisha ketika dia seorang gadis berumur enam tahun, dan menyetubuhinya ketika dia berumur sembilan tahun.
Seorang kakek-kakek kawin dengan anak kecil yang pantas jadi anaknya, adalah sungguh suatu perbuatan yang tidak pantas dan melanggar etika. Tetapi Muhammad tidak peduli dengan itu semua, pokoknya SYAHWAT-nya terpenuhi.

Perbuatan Muhammad lainnya seperti dilaporkan oleh sejarawan tertua berikut ini:

    Tabaqat Ibn Sa’d, Vol 8, hal. 195 
    Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa Rasul SAW melakukan persetubuhan dg Mariyah di rumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (di belakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku. Hazrat (yg mulia) itu berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.”

Tidak lama berselang, dia bukannya taubat karena telah berzinah dg Mariyah, malah dia mengarang ayat untuk membatalkan sumpahnya itu supaya dia boleh meniduri Mariyah kembali:

    Q 66:1-2 
    Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Muhammad terus melakukan zinah dengan Mariyah, dan status Mariyah tetap budak (bukan istri) sampai dia melahirkan anak haram.


    Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Koptiik, Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hunif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Maria diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itumasih berstatus hamba sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak di samping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm'l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di 'Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur.

Tidak hanya kepada budaknya, kepada menantunya pun Muhammad tega. Demi menyalurkan HAWA NAFSU-nya yang tak terbendung lagi, dia memerintahkan anak angkatnya menceraikan istrinya agar Muhammad bisa mengawini sang menantu.

    Tabaqat, 8:101-102
    Diriwayatkan Muhammad Ibn Yahya Ibn Hayyan, "Rasulullah mendatangi rumah Zaid ... Zainab Binti Jahsh menghampirinya, mengenakan gaun rumah tipis, namun Rasulullah memalingkan muka darinya. Zainab mengatakan, 'Ia tidak disini, Rasulullah, tapi silahkan masuk ..." Rasulullah menolak.

    Ketika Zaid pulang, Zainab melaporkan kedatangan Rasulullah. Zaid bertanya, 'Kau mengijinkanya masuk, bukan?' Zainab menjawab, 'Saya tawari namun ia menolak. Ia mengatakan, 'Ia tidak mengatakan apa2 ?' Zainab mengatakan, `Ketika ia pergi ia mengatakan sesuatu namun bagi saya kurang jelas. Katanya, "Terpujilah Allah yang mengarahkan hati manusia."

    'Zaid pergi menemui Rasulullah dan mengatakan, 'O Rasulullah, saya mendengar anda pergi ke rumah saya. Mengapa anda tidak masuk ? Mungkin anda menyukai Zainab. Saya bisa meninggalkannya.' Rasulullah mengatakan, 'Pertahankanlah isterimu.' Zaid mengatakan, 'O Rasulullah, saya akan meninggalkannya.' Rasulullah mengatakan, 'Tetaplah bersama isterimu.' Ketika Zaid meninggalkan Zainab, Zainab mengucilkan diri dan menghabiskan masa Iddah-nya.

    Sementara Rasulullah duduk dan bicara dengan A´isha, ia kesurupan (kemasukan wahyu) dan ketika sembuh ia tersenyum dan mengatakan, 'Siapa akan pergi ke Zainab dan memberikannya kabar baik bahwa Allah menikahkannya kepada saya di surga ?'".

    QS 33:37 
    Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah ", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah -lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. 

    QS 33:40 "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Shafiyah, istri Kinanah pun tak luput dari NAFSU BIRAHI Muhammad:

    Sahih Bukhari 1.367
    Dikisahkan oleh 'Abdul 'Aziz: 
    Anas berkata, 'Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang2 ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan hartabenda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku2 Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.” 

    Thabit bertanya pada Anas,”O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi sebagai maharnya?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya (dari status budak) dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini Um Sulaim mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi.


Demi keutamaan hawa nafsu, Muhammad juga mengijinkan para pengikutnya memperkosa para tawanan wanita di depan suami mereka:

    Hadist Abu Dawud (2150) 
    Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. "Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki."

Hawa nafsu keserakahan

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 582

    Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka. 

    Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah memberikan kekayaan kepada kalian"

    Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir yang berkata kepadanya, ''Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah dagangmu,".

    SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM jilid 2 Hlm 306

    Ibnu Ishaq berkata, "Kinanah bin Ar-Rabi' didatangkan kepada Rasulullah SAW, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanyaBeliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi', namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah SAW. Orang Yahudi tersebut berkata, 'Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.' Rasulullah SAW bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi', 'Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?' Kinanah bin Ar-Rabi' menjawab, 'Ya.' Rasulullah SAW memerintahkan penggalian reruntuhan benteng tersebut hingga akhimyasebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah SAW bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi' tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah SAW bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, 'Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.'Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi' hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah SAW mendorong Kinanah bin Ar-Rabi' kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah." 

    Sahih Bukhari 1.367
    Dikisahkan oleh 'Abdul 'Aziz: 
    Anas berkata, 'Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang2 ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan harta-benda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku2 Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”

Hawa nafsu angkara murka

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 15-18 

    PEMBUNUHAN KA'AB BIN ASYRAF

    Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian syair-syair Maimunah binti Abdullah dijawab lagi oleh Ka'ab bin Al-Asyraf, 'Tahanlah orang tidak waras dari kalian Agar kalian selamat dari perkataannya yang tidak baik Apakah engkau mencelaku jika aku menangisi dengan air mata ber-cucuran Terhadap kaum yang mencintaiku dengan hati yang tulus? Aku pasti akan menangis selagi aku masih hidup Dan selagi aku ingat amal mulia suatu kaum yang mulia di Al-Jabajib.' 

    Setelah itu, Ka'ab bin Al-Asyraf pulang ke Madinah dan memuji-muji istri-istri kaum Muslimin hingga mereka terganggu karenanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda -seperti dikatakan kepadaku oleh Abdullah bin Al-Mughits bin Abu Burdah-, 'Siapa yang siap bertindak terhadap Ka'ab bin Al-Asyraf mewakiliku?' Muhammad bin Maslamah, saudara Bani Abdul Asyhal berkata, 'Wahai Rasulullah, saya siap membunuhnya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Satiam bersabda,'Silahkan engkau lakukan, jika engkau sanggup melakukannya.' Muhammad bin Maslamah pulang ke rumah dan menetap di rumah selama tiga hari tanpa makan-minum, kecuali seperlunya saja...................

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 623-624 

    Pembunuhan Ashma' binti Marwan 

    Ibnu Ishaq berkata, Abdullah bin Al-Haritsa bin Al-Fudhail berkata dari ayahnya, yang berkata, "Ashma' binti Marwan diperistri salah seorang dari Bani Khathmah bernama Yazid bin Zaid. Ashma' binti Marwan pernah berkatamenghina Islam dan kaum Muslimin

    Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma' binti Marwan, beliau bersabda,'Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?' Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma' binti Marwan dan membunuhnya. 

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam JILID 2 HLM 20-21

    PEMBUNUHAN PEDAGANG YAHUDI

    Ibnu Ishaq berkata bahwa Rasulullah ShallalIahu Alaihi wa Sallam ber-sabda, "Siapa saja yang bisa mengalahkan orang Yahudi, bunuh dial"

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 206-207 

    PEMENGGALAN 800 ORANG YAHUDI DALAM SATU HARI 

    Ibnu Ishaq berkata, "Kaum Muslimin berdiri menuju Sa'ad bin Muadz dan berkata, 'Hai Abu Amr, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkatmu untuk memutuskan perkara-perkara keluargamu.' Sa'ad bin Muadz berkata, Terhadap itu semua, kalian harus komitmen dengan janji Allah bahwa hukum tentang mereka adalah sesuai dengan hukum yang aku keluarkan.' Mereka berkata, 'Ya.' Sa'ad bin Muadz berkata, 'Kalian juga harus komitmen kepada orang yang ada di sini.' Sa'ad bin Muadz berkata seperti itu sambil menunjuk ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. la bertindak seperti itu sebagai penghormatannya kepada beliau. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya.' Sa'ad bin Muadz berkata, Tentang Bani Quraidhah, aku putuskan bahwa orang laki-laki mereka dibunuh, kekayaan mereka dibagi-bagi, dan anak-anak serta wanita-wanita ditawan'." 

    Ibnu Ishaq berkata, "Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari Abdurrahman bin Amr bin Sa'ad bin Muadz dari Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Sa'ad bin Muadz, 'Sungguh engkau telah memutuskan perkara mereka dengan hukum Allah dari atas tujuh langit'."Ibnu Hisyam berkata, "Sebagian orang yang aku percaya berkata kepadaku bahwa Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu berteriak keras ketika kaum Muslimin mengepung Bani Quraidhah, 'Hai pasukan iman!' Kemudian ia dan Az-Zubair bin Al-Awwam maju. Ali bin Abu Thalib berkata lagi, 'Aku pasti akan merasakan apa yang telah dirasakan oleh Hamzah atau aku pasti membuka benteng mereka.' Orang-orang Yahudi Bani Quraidhah berkata, 'Hai Muhammad, kita tunduk kepada hukum Sa'ad bin Muadz'." 

    Ibnu Ishaq berkata, "Setelah itu, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah disuruh turun, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan mereka di Madinah di rumah putri Al-Harits, salah seorang wanita dari Bani An-Najjar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Pasar Madinah, kemudian membuat parit di sana. Setelah itu, beliau memerintahkan orang-orang Yahudi Bani Quraidhah dibawa ke parit tersebut dan memenggal kepala mereka di dalamnya. Mereka dibawa ke parit tersebut kelompok per-kelompok, termasuk musuh Allah Huyai bin Akhthab, Ka'ab bin Asad tokoh Bani Quraidhah bersama enam ratus atau tujuh ratus orang-orang Bani Quraidhah. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka adalah delapan ratus atau bahkan sembilan ratus. Orang-orang Yahudi Bani Quraidhah berkata kepada Ka'ab bin Asad ketika mereka dibawa kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara berkelompok, 'Hai Ka'ab, bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan Muhammad kepada kita?' Ka'ab bin Asad berkata, 'Kenapa kalian tidak berpikir di setiap tempat? Tidakkah kalian lihat dai yang tidak terbantahkan? Bukankah orang di antara kalian yang dibawa kepadanya itu tidak kembali lagi? Demi Allah, inilah pembunuhan.' Itulah yang terjadi hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai merealisasikan keputusan Sa'ad bin Muadz terhadap mereka."


_______________________________________________________


Jadi, apa kesimpulannya?

Ayat berikut untuk siapa?

    QS 25:43-44 Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

MUHAMMAD dan para pengikutnya adalah BINATANG, karena mereka telah menempatkan HAWA NAFSU di atas segalanya, melebihi nilai-nilai kemanusiaan, nilai moral dan etika. Mereka-lah sebenarnya orang-orang yang telah menjadikan HAWA NAFSU sebagai tuhan mereka.

Sumber : Mengenal Islam
Share this article :

2 komentar:

  1. Orang-orang bodoh itu mengatakan sesuatu yang tidak diketahuinya, yah begitulah orang-orang bodoh penulis blog ini (Ups).dan ini juga termasuk pemahaman ayat sebagai senjata yang diterjemahkan dengan bodoh, oleh penulisnya di blog ini

    "Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat karana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …"

    memberi pengetahuan itu samakah dengan memberikan kepastian kapan itu terjadi, tidakkah mennyebutkan tanda hari kiamat juga memberi pengetahuan ?

    Maaf, bukan bermaksud menghina, tapi tulisan ini murahan.

    Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda: "Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorangyang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengahsurga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau, Danaku juga
    menjamin rumah di syurga yang paling tinggi bagiseseorang yang berakhlak baik."
    (Sunan Abu Daud 4167)

    “Kalau sekiranya kami turunkan Malaikat kepada mereka, dan orang – orang yang sudah mati berbicara dengan mereka dan kami kumpulkan (pula) segala sesuatu di hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga)beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidakmengetahui.”

    Sampai jumpa. Wassalamualaikum
    (QS.Al-an’aam:111)

    BalasHapus
  2. Maaf, bukan bermaksud menghina, tapi tulisan ini berdasarkan kebenaran yang diucapkan Yesus sendiri dalam kitab :

    Matius 12:33
    " Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal." Dari semua perbuatannya yang terekam menurut sejarah, masih mengeraskan hati ?

    BalasHapus

Terjemahan

 
Copyright © 2011. Islam Dalam Fakta - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger